21 April 2026
AA1T92cg.jpg

Kota Tasikmalaya Menjadi Tujuan Wisata Favorit Saat Libur Nataru

Setiap kali tiba hari libur, khususnya libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kota Tasikmalaya tidak pernah sepi. Hiruk-pikuk pemudik, pengunjung, dan lalu-lalang kendaraan berpelat nomor luar kota terlihat di jalan-jalan protokol. Tujuan mereka adalah kawasan wisata dan kuliner yang ada di Kota Tasikmalaya, yang menjadi bukti bahwa kota ini memang menjadi salah satu tujuan utama untuk berwisata dan bersenang-senang.

Dalam menghadapi libur panjang Nataru 2025/2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya telah melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Hal ini terlihat dari posko-posko yang dibangun, di mana anggota berbagai instansi dan lembaga berkumpul untuk memantau kondisi selama liburan.

Kesiapan menyambut Nataru kali ini tidak hanya fokus pada keamanan dan pengaturan lalu lintas, tetapi juga mencakup aspek vital lainnya seperti revitalisasi destinasi wisata, adanya posko kesehatan, pengaturan parkir, serta menjamin keamanan pengunjung.

Tempat-tempat Wisata Mulai Ramai

Malam pertama memasuki libur panjang Nataru, tempat-tempat nongkrong dan makan di Kota Tasikmalaya mulai ramai dan penuh. Sejumlah tempat nongkrong seperti taman, angkringan, café, dan restoran yang ada di Kota Tasikmalaya, Selasa malam (23/12) mulai dipenuhi pengunjung yang didominasi oleh anak muda.

Meski Kota Tasikmalaya sempat diguyur hujan, namun setelah Magrib suasana berubah menjadi cerah. Banyak dari mereka yang sedang menikmati suasana libur panjang Nataru.

Hebatnya, mereka yang meramaikan libur panjang itu bukan hanya warga Kota Tasikmalaya saja, tetapi juga ada yang sengaja datang dari Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut, bahkan Bandung. Mereka sepakat bahwa Kota Tasikmalaya memang asyik dan banyak menawarkan kuliner serta tempat nongkrong yang sangat menarik dan variatif.

Tidak hanya itu, tingkat kunjungan ke tempat wisata favorit di Kota Tasikmalaya juga mengalami peningkatan. Misalnya di objek wisata Teejay Waterpark Kotak Tasikmalaya.

Diky Purnama, pengelola Teejay Waterpark, mengatakan bahwa kunjungan meningkat di atas 70 persen dan didominasi oleh kunjungan keluarga. Mayoritas pengunjung, kata Diky, masih berasal dari wilayah Tasikmalaya.

“Alhamdulillah sekarang sudah mulai ada peningkatan jumlah pengunjung. Kebanyakan rombongan keluarga dan yang datang dari luar kota pun juga ada,” kata Diky kepada wartawan, Sabtu (27/12).

Diky berharap kunjungan wisata di musim libur panjang Nataru ini bisa meningkat hingga 1000 wisatawan per hari. Apa lagi, tambah Diky, libur panjang Nataru berbarengan dengan libur sekolah.

”Mudah-mudahan saja meski awal libur ini masih normal, tapi kami harap hingga akhir libur sekolah kunjungan akan semakin meningkat,” tandas Diky.

Beberapa Titik Alami Kemacetan Meski Tidak Terlalu Parah

Berdasarkan pantauan di lapangan, sepanjang Jl. Simpang Lima hingga Jl. Dr. Sukardjo mulai terasa adanya kemacetan. Pasalnya, di Angkringan Simpang Lima yang penuh sesak oleh anak muda tengah menikmati sajian live music yang berbarengan dengan acara nobar. Masih disekitar Angkringan Simpang Lima, ada Narasi Café yang juga banyak dikunjungi anak muda pecinta kopi.

“Saya lebih memilih disini, karena lebih santai dan tidak terlalu heboh,” ungkap Sofi yang sengaja datang bersama temannya yang kuliah di luar kota.

Dari Simpang Lima lalu meluncur ke arah alun-alun lewat Jl. Cimulu, disana kita akan bertemu dengan Pins Bakery, Notree Café, Riung Genah (RG), Kedai Rempah dan bermuara di Alun-alun Kota Tasik.

Dalam perjalanan itu, kemacetan terasa di dua titik yakni di sekitar Pins Bakery dan Kedai Rempah. Di kedua titik itu, sejumlah motor dan mobil terlihat berjejer di sepanjang jalan, sehingga cukup mengganggu laju kendaraan.

Bahkan disekitar lokasi Kedai Rempah pengunjung membludak hingga ke trotoar jalan. Akibatnya kemacetan pun tidak bisa terhindarkan, karena kendaraan yang parkir memakan badan jalan.

“Wah disini setiap malam macet pak, apa lagi malam minggu dan hari libur, banyak yang nongkrong anak muda. Apa lagi sekarang libur panjang, banyak yang datang dari luar kota,” tutur Dani, salah seorang petugas parkir warga sekitar seraya menunjuk plat nomor mobil luar kota.

Di Alun-alun Kota Tasikmalaya nampak lebih terasa adem dan tidak terlalu riuh, meski dibeberapa bangku beton terlihat pasangan muda-mudi yang tengah asyik bercengkrama. Disisi lainnya, nampak anak-anak tengah bermain otoped sewaan berseliweran melewati pasangan anak muda tersebut.

Sementara di jalan yang melingkari Alun-alun nampak jejeran roda penjual kuliner dan makanan seperti Kueh Balok, Pangsit Basah, Ulen Bakar, Mendo’an, Kupat Tahu, Bubur dan banyak lagi.

Di Jl. Mitra Batik yang kini setiap malam dipenuhi lesehan yang menawarkan makanan dan minuman berbagai model, nampak penuh oleh pengunjung. Jejeran motor dan mobil terlihat terparkir disepanjang jalan itu.

“Nongkrong disini lebih tenang, tidak terlalu riuh dan jalanan pun tidak ramai oleh lalu-lalang kendaraan,” tutur Hengki kepada wartawan, warga Jl. Situgede yang mengaku datang bersama sahabatnya.

Sementara itu, Komples Olahraga Dadaha yang selalu jadi tujuan utama para kaula muda banyak menawarkan berbagai jenis makanan dan minuman. Kemacetan dan penuhnya tempat parkir adalah tontonan yang sudah menjadi hal biasa.

Begitu pula di area Alun-alun Dadaha, penuh dengan keluarga yang membawa anak-anaknya. Di Alun-alun Dadaha berbagai permainan anak-anak bisa jadi pilihan. Dari mulai otoped, motor mini, pemancingan, melukis, odong-odong, deldom (delman yang diraik domba) dan masih banyak lagi pilihan.

“Saya sering membawa anak-anak kesini, karena disini banyak pilihan mainan yang disukai anak-anak dan juga banyak pilihan makanan. Jadi komplitlah disini mah, juga harganya sangat familiar” tutur Ny. Ita, warga Setiaratu, Cibeureum, Kota Tasikmalaya saat ditemui di lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *