22 April 2026
7c0ab4a0-11f9-11ef-8f05-f99dbd7284e4.jpg.webp

Pemprov Sumut Berupaya Ringankan Biaya Pendidikan Korban Bencana

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, telah mengumumkan sejumlah kebijakan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor. Salah satu langkah utamanya adalah memperluas program sekolah gratis yang dikenal sebagai Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG). Program ini awalnya akan diterapkan pada tahun 2026 untuk wilayah Kepulauan Nias, namun kini rencananya akan diperluas lagi di tahun depan untuk daerah-daerah yang terkena dampak bencana.

Bobby juga menyatakan bahwa biaya pendidikan bagi orang tua yang anaknya sedang berkuliah akan ditanggung oleh pemerintah. Hal ini dilakukan karena banyak korban bencana yang kehilangan mata pencaharian utama mereka. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih fokus pada pemulihan diri tanpa harus khawatir dengan biaya pendidikan.

“SMA, SLB, SMK negeri tahun depan kita prioritaskan Kepulauan Nias, tetapi karena Tapsel, Tapteng, Sibolga, Langkat, Taput terdampak bencana maka akan kita gratiskan juga tahun depan,” ujar Bobby Nasution usai menghadiri perayaan Natal di Desa Simataniari, Tapanuli Selatan, Sabtu (27/12).

Selain itu, Bobby juga meninjau beberapa gereja seperti Gereja GEPKIN dan Gereja GKPA Huta Godang. Ia menjamin pemerintah akan membantu pemulihan lahan pertanian warga yang terdampak bencana. “Rumah yang rusak ringan, sedang, berat dan hilang akan diperbaiki oleh Pak Presiden, begitu juga sawah kebun yang rusak akan kita pulihkan, dari bibit sampai pengolahan lahannya, gereja, sekolah, fasilitas umum lainnya juga akan kita bantu perbaiki,” katanya.

Upaya Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

Saat ini, sebagian besar daerah yang terdampak bencana banjir dan longsor masih dalam tahap pemulihan. Masyarakat, TNI, Polri, dan pemerintah saling bekerja sama untuk membersihkan material longsor dan memperbaiki akses jalan. Bobby Nasution berharap Sumut bisa segera pulih dan menjadi lebih kuat.

“Kita sama-sama berdoa agar kita cepat pulih, bersama-sama kuat menghadapi bencana dan kita doakan Natal tahun depan bisa lebih baik, lebih ceria lagi,” kata Bobby Nasution.

Salah satu masyarakat Desa Simataniari, Intan, berharap akses ke Dusun Pasir Bidang bisa segera terbuka. Hal ini penting agar ia dan warga lainnya dapat pulang ke kampung halaman untuk merayakan tahun baru.

“Tolong bantu kami mengorek longsor di Pasir Bidang, kami sangat butuh agar kami bisa pulang ke kampung kami,” ujarnya.

Menjawab permintaan tersebut, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyatakan bahwa pihaknya akan segera menurunkan tim teknis untuk menyelesaikan akses jalan.

“Kita akan turunkan tim teknis ke sini, melihat kondisi lapangan dan akan segera kita upayakan perbaikan akses jalannya,” kata Gus Irawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *