27 April 2026
AA1InXtX.jpg

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menyebut Aceh sebagai benteng penyelamat negara dari bencana alam. Ia menyinggung siklon tropis Senyar yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025.

“Sebenarnya, kami selamat. Di Aceh, seribu orang mati. Di Malaysia, tak ada satu orang pun yang meninggal. Sebabnya adalah karena Aceh adalah pelindung kepada Malaysia,” kata Mahathir lewat rekaman video yang diunggah di akun media sosial Facebook dan X miliknya, pada Kamis, 25 Desember 2025.

Mahathir menjelaskan bahwa topan Senyar yang bergejolak di Samudera Hindia tidak sampai ke Malaysia karena tertahan di Sumatera. “Aceh adalah benteng pelindung untuk menyelamatkan Malaysia,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa saat ini Aceh sedang menghadapi malapetaka dan Malaysia seharusnya memberikan bantuan. Menurutnya, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berjasa karena melindungi Malaysia dari bencana alam.

Mahathir juga mengingatkan tentang gempa bumi dan tsunami yang menerjang pesisir Aceh pada 2004. “Kita masih ingat pada tahun 2004, satu tsunami terjadi dan sekali lagi pada ketika itu Aceh hancur, tapi Malaysia selamat,” ujar Mahathir. “Jadi, Aceh ini adalah benteng yang menyelamatkan Malaysia hari ini, mereka hadapi malapetaka.”

Menurut Mahathir, warga Aceh kesulitan karena tidak ada rumah untuk ditinggali dan kekurangan makanan. Sehingga, ia menilai sepatutnya warga Malaysia membantu orang-orang di Pulau Sumatera yang terdampak bencana. Mahathir pun mengajak warga Malaysia memberikan donasi kepada Komite Peralihan Aceh (KPA).

“Satu usaha patut diadakan untuk membantu komite yang ditubuhkan oleh mereka untuk membantu orang Aceh yang menghadapi tekanan yang begitu dahsyat,” ujarnya.

Banjir dan tanah longsor yang terjadi di akhir November 2025 itu mengakibatkan ratusan ribu rumah di 52 kabupaten dan kota yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat rusak.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana per Kamis, 25 Desember 2025, jumlah korban meninggal akibat bencana Sumatera sebanyak 1.135 orang. Korban jiwa terbanyak berada di Aceh, yaitu 503 orang, yang tersebar di 18 kabupaten/kota. BNPB juga melaporkan 174 orang masih dinyatakan hilang hingga Kamis kemarin.

Peran Aceh dalam Melindungi Negara Tetangga

Aceh memiliki peran penting dalam melindungi wilayah sekitarnya dari ancaman bencana alam. Dalam beberapa kasus, seperti siklon tropis Senyar dan gempa bumi 2004, Aceh menjadi penghalang alami yang mencegah dampak bencana menyebar ke daerah lain. Hal ini menunjukkan bahwa posisi geografis Aceh memainkan peran strategis dalam meminimalkan risiko bencana bagi negara tetangga.

  • Meskipun Aceh sendiri mengalami kerusakan parah, masyarakat setempat tetap menjadi penjaga utama bagi keamanan wilayah sekitar.
  • Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh dapat berdampak besar pada daerah sebelahnya jika tidak dicegah.
  • Keterlibatan Aceh dalam melindungi Malaysia menunjukkan pentingnya kerja sama antar daerah dalam menghadapi bencana alam.

Dampak Bencana di Wilayah Sumatera

Bencana yang terjadi di akhir November 2025 telah meninggalkan jejak yang sangat buruk di wilayah Sumatera. Banjir dan tanah longsor menghancurkan ratusan ribu rumah di 52 kabupaten dan kota. Jumlah korban jiwa mencapai 1.135 orang, dengan Aceh menjadi wilayah paling terdampak.

  • Aceh menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yaitu 503 orang.
  • Daerah lain seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat juga mengalami kerugian signifikan.
  • Banyak korban masih dinyatakan hilang hingga hari ini, menunjukkan tingkat keparahan bencana.

Langkah Bantuan yang Diperlukan

Dalam situasi seperti ini, bantuan dari masyarakat dan pemerintah sangat penting. Mahathir menyerukan agar warga Malaysia memberikan dukungan melalui donasi kepada Komite Peralihan Aceh (KPA). Langkah ini bertujuan untuk membantu masyarakat Aceh yang sedang menghadapi kesulitan besar.

  • Donasi bisa menjadi salah satu cara untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana.
  • Kerja sama antar daerah dan negara sangat penting dalam menghadapi bencana alam.
  • Komite Peralihan Aceh dianggap sebagai organisasi yang layak untuk menerima bantuan dari masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *