24 April 2026
AA1SP2Ic.jpg

PKB Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan untuk Calon Ketua DPW

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi membuka Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Tahap I Gelombang II bagi 60 calon Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB dari seluruh Indonesia. Acara ini berlangsung di kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh Nomor 9, Jakarta Pusat, pada Senin (22/12). Pembukaan acara dilakukan oleh Ketua DPP PKB Bidang Pengelolaan Organisasi Legislatif dan Eksekutif, Abdul Halim Iskandar.

Meski menjadi pembuka acara, Abdul Halim tidak mendapat perlakuan istimewa. Ia harus mengikuti proses seleksi seperti peserta lainnya sebagai Calon Ketua DPW PKB Jawa Timur. Halim menegaskan bahwa PKB menerapkan prinsip kesetaraan dan profesionalisme dalam pengelolaan organisasi. Oleh karena itu, semua peserta tetap menjalani asesmen oleh lembaga profesional.

“Saya kali ini membuka UKK sebagai pelaksana, maka bajunya berbeda. Bagi yang protes saat saya pakai baju ini bisa saya coret. Tapi setelah saya ganti baju seperti sahabat-sahabat semua, kedudukan kita sama,” ujar Halim.

Proses penjaringan, penyaringan, hingga penetapan pimpinan partai, baik di tingkat DPW maupun DPC, dilakukan secara transparan. Tolok ukur yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan. Halim menjelaskan terdapat dua prinsip utama dalam pelaksanaan UKK ini:

  • Pertama, memastikan seluruh pimpinan PKB memiliki kapasitas kepemimpinan yang memadai. Salah satu cara mengukurnya adalah melalui asesmen. Hasil asesmen tersebut akan ditindaklanjuti dalam UKK Tahap II yang berfokus pada pendalaman komitmen.
  • Kedua, kegiatan ini bertujuan memperkuat capacity development atau pengembangan kapasitas diri para calon pimpinan. Seluruh peserta diberikan ruang untuk berdiskusi langsung dengan tim penguji guna memahami dan mengevaluasi hasil asesmen masing-masing.

“Misalnya setelah asesmen muncul hasil terlalu otoriter, silakan didiskusikan. Bagaimana mengubah diri menjadi pemimpin yang tidak otoriter,” jelasnya.

Dengan cara ini diharapkan seluruh calon pimpinan PKB memahami dirinya sendiri secara utuh, termasuk mengenali karakter, kapasitas, dan tantangan kepemimpinan yang dihadapi.

“Prinsipnya kami ingin seluruh pimpinan PKB ini mengerti dirinya, who am I. Banyak persoalan menjadi keliru karena kita tidak paham siapa diri kita. Masalah rumit disepelekan, masalah sepele dianggap rumit,” tandasnya.

Proses Seleksi yang Transparan dan Profesional

Seluruh proses seleksi dilakukan dengan transparansi tinggi. Peserta tidak hanya dinilai berdasarkan kemampuan akademis, tetapi juga kompetensi kepemimpinan dan sikap mental. Asesmen dilakukan oleh lembaga profesional yang telah diakui dalam dunia politik dan organisasi.

Selain itu, para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengevaluasi hasil asesmen mereka. Hal ini bertujuan agar mereka mampu memahami kelemahan dan kekuatan diri serta menyiapkan strategi untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan mereka.

Tujuan Membentuk Pemimpin yang Berintegritas

PKB tidak hanya mencari pemimpin yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen terhadap nilai-nilai partai. Dalam UKK ini, peserta diajarkan untuk menjadi pemimpin yang mampu bekerja sama, bersikap adil, dan menjunjung tinggi kepentingan rakyat.

Melalui proses ini, PKB berharap mampu membangun struktur organisasi yang lebih kuat dan solid. Dengan pemimpin yang berkualitas dan berkompeten, PKB diharapkan mampu menjalankan visi dan misinya dengan lebih efektif dan efisien.

Kesimpulan

UKK Tahap I Gelombang II merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa seluruh pimpinan PKB memiliki kualitas yang memadai. Proses seleksi yang transparan dan profesional menjadi bukti komitmen PKB dalam menjaga kualitas dan integritas organisasi. Dengan pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan, PKB berkomitmen untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *