Proyeksi Kontrak Baru dan Kinerja PTPP Tahun 2026
PT PP (Persero) Tbk. (PTPP), salah satu emiten konstruksi BUMN, memiliki target proyeksi kontrak baru sebesar Rp23,6 triliun untuk tahun buku 2026. Dengan proyeksi pendapatan mencapai Rp16 triliun, perseroan ini terus berupaya memperluas cakupan bisnisnya di berbagai sektor.
Hingga September 2025, PTPP telah berhasil mengantongi kontrak baru senilai Rp16,68 triliun. Komposisi kontrak tersebut didominasi oleh proyek BUMN dengan proporsi 47%, disusul proyek swasta sebesar 29% dan proyek pemerintah sebesar 24%. Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad, menyampaikan bahwa proyeksi kontrak untuk tahun depan diperkirakan mencapai sekitar Rp23,5 triliun.
Dalam konferensi pers yang digelar setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Novel menjelaskan bahwa manajemen PTPP menetapkan target pendapatan sebesar Rp16 triliun pada 2026. Meskipun laba bersih masih dalam evaluasi, perseroan tetap optimis akan mampu mencapai target tersebut.
Hingga kuartal III/2025, PTPP mencatatkan pendapatan sebesar Rp10,73 triliun. Angka ini mengalami penurunan sebesar 23,33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp14 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor eksternal dan internal yang sedang dievaluasi oleh manajemen.
Menurut Novel, perseroan berharap dapat mengamankan sekitar 92% dari total target nilai kontrak baru (NKB) hingga akhir Desember 2025. Saat ini, masih ada beberapa tender besar yang sedang dalam tahap evaluasi dan menunggu pengumuman pemenang.
Proyek Luar Negeri yang Berjalan Lancar
Selain proyek domestik, portofolio proyek luar negeri PTPP juga terus berkembang. Salah satu proyek utama adalah Malolos–Clark Railway Contract Package S-01 (CP S01) di Filipina, dengan nilai kontrak mencapai Rp3,16 triliun. Proyek ini ditunjuk sebagai kontraktor utama dan saat ini berjalan sesuai jadwal.
Novel menjelaskan bahwa kontrak proyek ini berlangsung selama lima tahun. “Saat ini masih berjalan karena kontraknya juga cukup lama,” ujarnya.
Proyek Sekolah Rakyat di Bengkulu
PTPP baru saja menandatangani kontrak pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Bengkulu dengan nilai kontrak sebesar Rp501,99 miliar. Penandatanganan kontrak dilakukan bersama Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, sebagai pemilik pekerjaan.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa proyek ini menggunakan standar bangunan modern, aman, dan ramah lingkungan. Pendekatan konstruksi terintegrasi digunakan mulai dari pondasi tiang pancang, struktur beton mutu tinggi, sistem MEP yang efisien, hingga fasilitas kawasan yang mendukung proses belajar.
Perseroan menargetkan penyelesaian proyek dalam 240 hari kalender sejak diterbitkannya SPMK, disusul masa pemeliharaan selama 180 hari kalender. Hal ini menunjukkan komitmen PTPP dalam memberikan hasil kerja yang berkualitas dan tepat waktu.