23 April 2026
AA1LCSli.jpg

Realisasi Subsidi Energi di Tahun 2025

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah melakukan pembayaran tagihan subsidi dan kompensasi energi kepada perusahaan BUMN penugasan sebesar Rp 345,1 triliun hingga akhir November 2025. Angka ini mencakup 72,6% dari total pagu APBN 2025. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah terus berkomitmen dalam menjaga ketersediaan sumber daya energi yang terjangkau bagi masyarakat.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa realisasi subsidi energi mencakup berbagai barang yang konsumsinya terus meningkat setiap tahunnya. Barang-barang tersebut meliputi bahan bakar minyak (BBM), LPG 3 kilogram, listrik bersubsidi, serta pupuk bersubsidi. Dengan adanya subsidi ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar secara lebih mudah dan terjangkau.

Pengelolaan BBM Bersubsidi

Untuk BBM bersubsidi, pemerintah menargetkan volume penyaluran sebesar 19 juta kiloliter pada 2025. Hingga akhir November, realisasinya telah mencapai sekitar 15,6 juta kiloliter atau setara dengan 80,4% dari target. Suahasil mengungkapkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam volume barang bersubsidi BBM dari tahun ke tahun.

“Jika kita lihat dari tahun 2023, 2024, hingga 2025, terjadi peningkatan dari volume barang bersubsidi BBM ini,” ujarnya dalam konferensi pers APBN Kita Edisi Desember, Kamis (18/12/2025).

Penyaluran LPG 3 Kilogram

Sementara itu, untuk LPG 3 kilogram, APBN 2025 menyediakan alokasi sebesar 8,17 juta ton. Hingga akhir November 2025, realisasi penyaluran telah mencapai 7,09 juta ton atau sekitar 86,8% dari target. Suahasil juga menyebutkan bahwa konsumsi LPG 3 kilogram terus meningkat, dengan pertumbuhan 4,5% pada 2023, 2% pada 2024, dan sejauh ini tumbuh 3,4% pada 2025.

Peningkatan Pelanggan Listrik Bersubsidi

Adapun untuk listrik bersubsidi, jumlah pelanggan pada 2025 tercatat telah mencapai 42,6 juta pelanggan, melampaui target awal sebanyak 42,1 juta pelanggan. Pelanggan listrik bersubsidi yang dimaksud mencakup rumah tangga dengan daya 450 volt ampere (VA) dan 900 VA. Jumlah pelanggan ini juga terus meningkat, dengan pertumbuhan 2,5% pada 2023, 4,3% pada 2024, dan masih tumbuh 2,6% pada 2025.

Penggunaan Pupuk Bersubsidi

Untuk pupuk bersubsidi, pemerintah mengalokasikan sebanyak 8,9 juta ton pada 2025. Hingga akhir November, realisasi penyaluran telah mencapai 7,5 juta ton atau sekitar 84,3% dari target. Suahasil mencatat bahwa penggunaan pupuk bersubsidi mengalami peningkatan cukup pesat dalam dua tahun terakhir. “Jadi kita lihat pupuk bersubsidi ini penggunaannya meningkat cukup pesat di 2024, dan 2025. Di 2025 tumbuh 11,2%,” tegas Suahasil.

Komitmen Pemerintah dalam Subsidi Energi

Suahasil menegaskan bahwa peningkatan realisasi subsidi ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap energi dan input produksi bersubsidi. Hal ini juga menjadi perhatian pemerintah dalam menjaga efektivitas dan ketepatan sasaran belanja subsidi ke depan.

Pembayaran subsidi energi dilakukan rutin setiap bulan oleh Kemenkeu. Sementara untuk pembayaran kompensasi 2024 dan Kuartal I-2025 sudah dibayarkan seluruhnya. Dengan demikian, pemerintah tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan anggaran negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *