22 April 2026
AA1S9aNj.jpg

Tragedi Mobil MBG Menabrak Siswa dan Guru di SDN 01 Kalibaru

Pada hari Kamis (11/12/2025) pagi, terjadi kecelakaan yang menimpa puluhan siswa dan seorang guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Kalibaru, Jakarta Utara. Mobil pengangkut makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba-tiba melaju kencang hingga menjebol gerbang sekolah dan menabrak para siswa serta guru yang sedang berada di halaman sekolah.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat mobil yang berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) melaju dengan kecepatan tinggi. Kecelakaan ini terjadi pada pukul 06.39 WIB saat para siswa sedang mengikuti kegiatan literasi pagi. Akibatnya, 20 orang siswa dan satu guru mengalami luka-luka.

Kejadian ini langsung memicu kepanikan di lokasi kejadian. Banyak siswa tidak sempat melarikan diri dan tertabrak hingga masuk ke bawah mobil. Beberapa dari mereka berteriak histeris melihat teman-temannya terluka dan terjepit di bawah kendaraan.

Setelah mobil berhenti di tengah lapangan, para guru segera berusaha mengevakuasi siswa yang masih terjepit di bawah mobil. Para korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Koja dan RSUD Cilincing untuk mendapatkan penanganan medis.

Polisi Tindak Lanjuti Penyelidikan

Kepolisian telah tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi. Petugas Polsek Cilincing melakukan pemeriksaan terhadap sopir mobil MBG. Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa sopir yang mengemudikan mobil tersebut bukanlah sopir tetap, melainkan sopir pengganti.

Menurut Kepala SPPG Jakarta Utara, Sahrul Gunawan Siregar, mobil tersebut dioperasikan oleh sopir pengganti yang bekerja di bawah Yayasan Darul Esti. Ia menyampaikan bahwa mobil tersebut tiba-tiba melaju tak terkendali dan menabrak pintu gerbang sekolah yang dalam posisi tertutup.

Keterangan Saksi Mata

Saksi mata bernama Ahmad Rifai (30) memberikan keterangan bahwa mobil awalnya menabrak gerbang sekolah. Setelah gerbang roboh, mobil terus melaju kencang hingga melindas puluhan orang.

“Itu tiba-tiba dia kencang menabrak gerbang sekolah sampai jatuh gerbangnya,” ujar Rifai. Ia juga mengungkap beberapa kondisi siswa yang cukup memprihatinkan. Ia sempat menggotong empat orang anak dan ada yang sampai berdarah-darah.

“Itu yang saya tolong itu ada sekitar empat anak, ada yang kondisinya parah juga, berdarah-darah,” tambah Rifai.

Pengakuan Sopir

Dari pengakuan sopir kepada polisi, ia mengaku salah injak pedal saat kendaraan melaju ke area sekolah. Sopir mengatakan bahwa ia bermaksud menginjak rem, namun keliru menginjak pedal gas.

“Dia mau naik ke atas itu, mau ngerem, katanya remnya enggak pakem kan, karena takut mau menabrak, dia injek yang dalem. Nah, kirain itu (yang diinjek rem), ternyata gas,” ujar Kapolsek Bobi Subarsi.

Ia menegaskan bahwa ini hanya temuan awal dari pemeriksaan. “Iya, (injak pedal gas) itu untuk sementara ya, tapi kami belum bisa ini (memastikan), masih olah TKP (tempat kejadian perkara) dulu ya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Bobi menjelaskan bahwa sopir yang mengemudikan mobil tersebut bukanlah sopir tetap. Hal ini dikarenakan sopir utamanya sedang sakit, sehingga digantikan oleh orang lain.

Masih Dilakukan Penyelidikan

Hingga saat ini, polisi masih melanjutkan penyelidikan di TKP untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan ini. Terkait identitas sopir dan kernet yang bertugas saat kejadian, polisi menyebutkan AI dan MRR sebagai nama-nama yang terlibat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *