24 April 2026
AA1R18GN.jpg

Keputusan Para Ulama Mengenai Kepemimpinan PBNU

Pada hari Minggu (23/11/2025), para ulama dan kiai dari berbagai daerah berkumpul untuk membahas terkait risalah Rapat Harian Syuriah PBNU. Dalam pertemuan tersebut, mereka sepakat bahwa Yahya Cholil Staquf atau yang lebih dikenal sebagai Gus Yahya akan tetap menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hingga akhir masa jabatannya, yaitu pada tahun 2026.

Katib Aam PBNU KH Said Asrori menyampaikan bahwa kepengurusan PBNU harus berjalan hingga akhir masa jabatan. Ia menjelaskan bahwa tidak ada pemakzulan maupun pengunduran diri dari Rais Aam atau Ketua Umum beserta jajaran pengurus PBNU. Pergantian kepengurusan hanya akan dilakukan pada saat Muktamar mendatang.

Selain itu, para kiai juga menyepakati rencana untuk menggelar silaturahmi yang melibatkan banyak ulama dan kiai sepuh. Tujuan dari acara ini adalah untuk mempererat solidaritas antara pengurus PBNU dan komunitas NU secara keseluruhan.

Penyelesaian Permasalahan dengan Langkah Tepat

Said Ansori menegaskan bahwa setiap permasalahan harus diselesaikan dengan langkah-langkah yang tepat. Ia menekankan bahwa pergantian pimpinan atau kepengurusan harus berlandaskan AD/ART yang telah disepakati bersama. Menurutnya, jika terjadi pergantian, maka majelis tertinggi dan terhormat adalah Muktamar Nahdlatul Ulama. Hal ini diatur dalam anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan peraturan perkumpulan.

Gus Yahya juga menyampaikan bahwa semua jajaran PBNU harus tunduk terhadap aturan NU. Ia menegaskan bahwa semua pernyataan atau artikulasi, baik lisan maupun tertulis dari siapa pun, harus diukur dengan aturan-aturan dan regulasi yang ada dalam sistem konstitusi organisasi.

Isu Terkini Mengenai Risalah Rapat Harian Syuriah PBNU

Sebelumnya, risalah rapat harian Syuriah PBNU ramai beredar dan menjadi perbincangan warganet di media sosial. Risalah tersebut berisi keputusan Rais Aam dan Wakil Rais Aam PBNU yang meminta Yahya Cholil Staquf mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PBNU.

Rapat Harian Syuriah digelar di Jakarta pada Kamis (20/11), yang diikuti oleh 37 dari 53 orang pengurus harian syuriah PBNU. Risalah rapat tersebut ditandatangani oleh pimpinan rapat sekaligus Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Permintaan untuk Tetap Tenang dan Jaga Kondusivitas

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf juga menyerukan seluruh pengurus NU di semua tingkatan mulai dari PBNU, PWNU, PCNU, MWCNU hingga Ranting NU untuk tetap tenang dan menjaga suasana tetap kondusif. Ia meminta agar pengurus NU dapat menyikapi dinamika yang sedang terjadi di internal organisasi dengan bijak dan penuh kesadaran.

Dengan keputusan para ulama dan kiai, diharapkan PBNU dapat terus berjalan dengan lancar dan menjaga stabilitas organisasi. Semua pihak diminta untuk tetap mengedepankan prinsip-prinsip yang telah diatur dalam AD/ART serta menjaga persatuan dan kesatuan dalam tubuh NU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *