27 April 2026
AA1QzQ3Y.jpg

Penutupan Program Elektrifikasi Peternakan di Semarang

PT PLN (Persero) UPDL Semarang resmi menutup Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diberi nama Elektrifikasi Peternakan. Program ini telah berlangsung sepanjang tahun 2025 dan diakhiri dengan kegiatan penutupan yang digelar pada Sabtu, 15 November 2025, di Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.

Lokasi utama program ini adalah Desa Kadirejo, tempat pengembangan teknologi IoT dalam peternakan dilakukan. Program ini bekerja sama dengan Sanggar Tani Muda KERIS serta melibatkan Dosen Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro sebagai narasumber dan pendamping teknis. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternakan dengan penerapan teknologi modern.

Beberapa inovasi yang diterapkan dalam program ini antara lain:
* Sistem feeding otomatis untuk ayam arab
* Sistem brooding modern untuk burung puyuh
* Produksi pupuk dan pemanfaatan maggot

Teknologi-teknologi ini dilengkapi dengan penyediaan bibit ternak serta pendampingan langsung oleh para ahli agar program dapat berjalan secara berkelanjutan dan efektif.

Manager PLN UPDL Semarang, Sunandar Usman, menyampaikan bahwa keberhasilan program ini merupakan wujud komitmen PLN dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas peternak lokal. Ia mengatakan bahwa program ini menjadi bukti kepedulian PLN dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor peternakan unggas. Ia berharap teknologi yang telah diberikan dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, sekaligus menjadi best practice bagi peternak lainnya.

Ayam arab dan burung puyuh yang dibudidayakan kini telah menghasilkan telur secara rutin dan sudah dapat dipasarkan oleh kelompok ternak kepada masyarakat sebagai capaian dari program ini. Hal ini menunjukkan bahwa sistem elektrifikasi dan pendampingan teknis yang diberikan telah memberikan hasil langsung terhadap peningkatan produktivitas dan pendapatan kelompok.

Apresiasi juga datang dari Ketua Sanggar Tani Muda KERIS, Rini Muslikha, yang menilai teknologi elektrifikasi peternakan telah memberikan perubahan signifikan dalam pengelolaan manajemen ternak. Ia menyambut baik inovasi yang diterapkan dan berharap program ini bisa menjadi contoh bagi peternak lain.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Kadirejo yang diwakili Ibu Ajeng Firsty Prabawaningtyas, yang menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi PLN dalam memajukan kelompok peternak di wilayahnya. Ia merasa bangga dengan kemajuan yang dicapai oleh masyarakat setempat.

Dengan berakhirnya Program TJSL Elektrifikasi Peternakan ini, PLN UPDL Semarang berharap capaian yang telah terwujud dapat terus memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi kelompok peternak binaan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong inovasi sosial, pengembangan ekonomi lokal, serta percepatan modernisasi sektor peternakan di Kabupaten Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *