27 April 2026
Pengertian-Pameran.jpg

Pameran “Around and About” oleh Aurora Arazzi

Pameran tunggal yang bertajuk “Around and About” menawarkan sebuah ode untuk observasi-observasi minor dan tak berbahaya. Dalam pameran ini, Aurora Arazzi mempersembahkan belasan karya instalasi seni dan lukisan yang hadir di ArtSociates Gallery and Cafe, Jalan Dago Giri, Kabupaten Bandung Barat, dari tanggal 24 Oktober hingga 24 November 2025.

Kurator Lisa Markus menjelaskan bahwa dari koleksi observasi Aurora dalam pameran ini, serangkaian nuansa yang persisten muncul. Karya instalasi seni dan lukisan disajikan dengan cara berbeda oleh Aurora. Dia mempertimbangkan pengalaman berjalan kaki sebagai bagian dari proses eksplorasi karyanya. Pengalaman ini mencakup menemukan, memungut benda atau objek, serta merekam ruang sebagai bahan pertimbangan.

Penyajian karya seni rupa kontemporer Aurora juga mengusung kategori pengalaman seni. Berikut beberapa aspek yang menjadi fokusnya:

  • Rasa ingin tahu

    Bukan terhadap suatu objek atau lokasi tertentu yang menarik, melainkan untuk melepaskan diri dari rutinitas dalam metode menggambar yang biasa, jalur perjalanan yang paling efektif, dengan cara-cara yang telah ‘terlalu dikenal’. Observasi Aurora didorong oleh dorongan menuju hal yang tak diketahui, yaitu tujuan yang tak diketahui dan titik akhir yang tak diketahui. Hal yang tak diketahui datang sebelum penemuan, dan rasa ingin tahu datang sebelum berjalan.

  • Berjalan sebagai fasilitator

    Berjalan adalah fasilitator untuk memurnikan hal yang diketahui guna memberi ruang bagi pemikiran-pemikiran baru. Paraparan adalah penyeimbang yang menjaga berjalan sebagai aktivitas yang adil jika tidak netral.

  • Objek

    Dalam perjalanannya, Aurora menyadari bagaimana observasi, rasa ingin tahu, dan hasrat cenderung saling memicu. Ia pasti akan menemukan objek yang menggelitiknya. Bayangkan pikirannya seperti museum dengan komite etik yang solid yang mencoba menentukan kemungkinan aksesi artefak. Objek-objek yang muncul dalam karyanya adalah objek-objek bebas, liar, dan hilang. Objek-objek yang tidak bebas, atau tidak dapat dikoleksi, ia tiru melalui video, lipatan kertas, lukisan, patung, dan cara-cara lainnya.

  • Simulasi

    Keaslian bukanlah perhatian utama Aurora karena menghadirkan susunan material asli bukanlah tujuannya dalam menggabungkan objek-objek itu. Melainkan, karena ia merasa perjalanan observasinya hanya dapat ditransfer melalui pengalaman. “Pameran ‘Around and About’ memandu pengunjung ke dalam latihan mengamati dengan penuh perhatian,” kata Lisa.

Ruangan yang Unik

Aurora mengatakan, pengalaman yang ingin dibagi ke pengunjung pameran adalah ruangan yang bisa diolah. Ruang galeri unik karena ada lower-ground dan upper-ground. Perbedaan ruang itu menjadi peluang. Pengalaman jalan kaki, memulung pengalaman, dan bentuk dan objek untuk dikonfigurasi menjadi bentuk lain. Berjalan kaki di sini cenderung mengeksplorasi berjalan di ruang pameran.

Contohnya, dalam karya “Sailing the Duck Weed”, Aurora mengajak publik merasakan kembali pengalaman berjalan kaki di ruang artistik secara lebih intim, sehingga menjadi sebuah aksi performatif dilihat oleh orang lain. “Selamat menyemplung di air kertas yang sudah saya sajikan di galeri,” ucap Aurora.

Profil Seniman Kontemporer Indonesia

Aurora Arazzi adalah seniman kontemporer Indonesia yang praktiknya mencakup seni pahat, gambar, lukisan, dan instalasi. Dia terobsesi dengan penggunaan benda-benda sehari-hari, eksplorasi material, serta teknik-teknik kertas yang rumit. Karya seni Aurora bersumber dari pengalaman pribadi dan lingkungan sekitarnya untuk menghadirkan perenungan tentang realitas, gagasan, dan bentuk. Dia melepaskan diri dari konvensi latar belakang seni cetaknya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *