27 April 2026
Begini-Cara-Cek-Nama-Honorer-di-Database-BKN-Agar-Masuk-Prioritas-Lulus-PPPK-2024.jpg

Semangat Tak Pernah Padam, Somantri Jadi Panutan bagi Guru Honorer di Garut

Somantri (60), seorang guru yang mengajar di SDN Keramatwangi 2, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, telah memberikan kontribusi besar dalam dunia pendidikan selama 20 tahun. Meski usianya sudah memasuki masa purna bakti, semangatnya untuk mencerdaskan anak bangsa tetap terasa. Bahkan, meskipun namanya tidak termasuk dalam daftar 6.596 tenaga honorer yang akan diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, ia tetap aktif sebagai pendidik dengan honor yang sangat minim.

Pada Jum’at (7/11/2025), rekan seperjuangannya akan dilantik menjadi ASN PPPK Paruh Waktu oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. Namun, Somantri tidak masuk dalam daftar tersebut karena usianya sudah melebihi batas pensiun saat regulasi perekrutan PPPK Paruh Waktu diberlakukan. Meski begitu, ia tetap bersemangat dan menjalankan tugasnya sebagai guru hingga saat ini.

Somantri kini juga menjabat sebagai Ketua DPC Forum Aliansi Guru dan Karyawan (Fagar), Kecamatan Cisurupan. Ia menjadi panutan bagi para pendidik baik di wilayah Cisurupan maupun secara umum di Kabupaten Garut. Semangatnya yang tak pernah padam dalam memperjuangkan hak sebagai tenaga pendidik terlihat dari raut wajahnya yang penuh tekad.

Selama perjuangan menuntut pemerintah agar lebih memperhatikan guru honorer dan mengangkat mereka menjadi pegawai PPPK, Somantri tidak pernah absen. Ia turut serta dalam aksi baik di Garut maupun demo di Jakarta. Perjuangannya menjadi inspirasi bagi banyak guru honorer lainnya.

Ribuan guru yang telah diangkat menjadi PPPK Penuh Waktu maupun yang akan dilantik sebagai PPPK Paruh Waktu akan mengingat perjalanan perjuangan yang telah berhasil. Namun, bagi Somantri, perjuangan bersama rekan-rekannya akan terus dilakukan hingga akhir hayatnya.

Ketua Umum Forum Aliansi Guru dan Karyawan, Ma’mol Abdul Faqih, menyampaikan rasa bangganya memiliki anggota seperti Somantri. Meskipun ia tidak menikmati hasil perjuangan selama ini, semangat Somantri dalam mengajar tetap terus berlangsung karena kecintaannya terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Garut.

Menurut Ma’mol, sosok Somantri harus menjadi contoh bagi seluruh guru di Garut. Keikhlasannya mendidik siswa hingga saat ini tidak pernah padam. “Saya dan Somantri sama-sama berjuang menuntut kesejahteraan guru honor, baik di daerah maupun di Jakarta. Somantri tidak pernah berhenti dalam berjuang. Mau sakit atau apapun, ia selalu ikut dan hadir dalam setiap perjuangan yang kami lakukan,” cerita Ma’mol.

Perjuangan dan semangat Somantri, kata Ma’mol, tidak akan hilang dari benak seluruh guru honor di Garut. Setetes keringat yang menetes dari badannya tidak akan tergantikan oleh apapun. “Salam Perjuangan” Somantri, sosok guru yang harus menjadi panutan bagi kita semua.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *