23 April 2026
AA1Po0Nq.jpg

Pergerakan Harga Emas di Pasar Spot

Harga emas di pasar spot mengalami peningkatan kecil pada perdagangan pagi ini, Rabu (29/10/2025). Peningkatan ini terjadi seiring dengan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dalam rapat FOMC hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot terpantau naik sebesar 0,22% atau 8,03 poin ke level US$3.960,94 per troy ounce pada pukul 10.16 WIB. Nilai ini setara dengan Rp2,11 juta per gram.

Di sisi lain, harga emas berjangka Comex AS terlihat melemah sebesar 0,16% atau 6,4 poin ke level US$3.976,7 per troy ounce. Investor memperkirakan bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Meskipun begitu, masih ada keraguan terhadap Ketua Dewan Gubernur Jerome Powell mengenai proyeksi pemangkasan lanjutan yang jelas.

Turunnya suku bunga acuan biasanya menguntungkan harga emas karena logam mulia ini tidak terpengaruh oleh imbal hasil. Sebelumnya, emas mengalami penurunan tajam setelah reli beruntun yang mendorong harga ke rekor di atas US$4.380 per troy ounce pekan lalu. Indikator teknikal menunjukkan bahwa kenaikan tersebut telah berjalan terlalu jauh dan terlalu cepat. Pergerakan ini sejalan dengan berkurangnya permintaan terhadap aset safe-haven di tengah tanda-tanda kemajuan dalam hubungan perdagangan AS-China.

Analisis Teknis Harga Emas

Secara teknikal, analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha menilai bahwa kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average (MA) saat ini menunjukkan bahwa tren bearish masih mendominasi pergerakan harga emas. Menurutnya, jika tekanan jual terus berlanjut, harga emas berpotensi meluncur ke area US$3.910, yang menjadi level support penting untuk perdagangan jangka pendek. Namun, apabila harga gagal menembus ke bawah dan terjadi koreksi teknikal, peluang rebound menuju area US$4.014 masih terbuka.

“Level $4.014 menjadi resistance terdekat yang harus ditembus bila emas ingin kembali ke zona aman,” ujar Andy dalam risetnya, Rabu (29/10/2025).

Perhatian pada Rapat Kebijakan Federal Reserve

Dari sisi fundamental, pasar kini memusatkan perhatian pada rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan berlangsung pada hari Rabu (29/10) waktu setempat. Ekspektasi terhadap penurunan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) telah mencapai hampir 100%, menurut data dari CME FedWatch Tool. Jika realisasi sesuai dengan ekspektasi pasar, maka suku bunga acuan AS akan turun ke kisaran 3,75%–4,00%, menjadi pemangkasan kedua berturut-turut setelah rapat bulan September.

Kebijakan pelonggaran moneter biasanya menjadi katalis positif bagi harga emas karena suku bunga yang lebih rendah menurunkan biaya peluang dalam memegang aset tanpa imbal hasil seperti logam mulia. Namun, Andy menilai dampak bullish dari keputusan The Fed kali ini kemungkinan terbatas. “Ekspektasi pemangkasan suku bunga sudah sepenuhnya diperkirakan pasar, sehingga reaksi positif emas bisa bersifat sementara,” ujarnya.

Sentimen Positif dari Pertemuan Trump dan Xi Jinping

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyampaikan optimismenya bahwa kesepakatan dagang dengan China dapat dicapai dalam beberapa hari mendatang. Ia bersama Presiden Xi Jinping dijadwalkan bertemu pada Kamis mendatang di sela-sela pertemuan tingkat tinggi Asia untuk membahas finalisasi perjanjian dagang tahap awal. Sentimen positif ini menekan minat beli terhadap emas karena pasar menilai risiko perang dagang semakin mengecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *