23 April 2026
eight-706890_960_720.jpg

Bencana Alam Menerjang Ponorogo dalam Sepekan Terakhir

Bencana alam kembali terjadi di Kabupaten Ponorogo dalam sepekan terakhir. Data yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menunjukkan bahwa terdapat delapan kejadian bencana akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut antara tanggal 21 hingga 27 Oktober 2025.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa dari delapan kejadian tersebut, enam di antaranya adalah tanah longsor, sedangkan dua lainnya disebabkan oleh cuaca ekstrem. Dari keenam kejadian longsor, lima di antaranya menimpa rumah warga. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Salah satu kejadian longsor menyebabkan talud jalan poros di Kecamatan Sawoo ambrol. Masun mengatakan, “Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman bencana alam.”

Lokasi Bencana yang Tercatat

Berdasarkan data BPBD, beberapa desa yang terkena dampak longsor antara lain:

  • Desa Tempuran
  • Desa Sawoo (Kecamatan Sawoo)
  • Desa Wagir Kidul (Kecamatan Pulung)
  • Desa Wonodadi (Kecamatan Ngrayun)
  • Desa Pupus (Kecamatan Ngebel)

Sementara itu, dua kejadian bencana akibat cuaca ekstrem tercatat di:

  • Desa Karangan dan Sambirejo (Kecamatan Balong)
  • Desa Sempu (Kecamatan Ngebel)

Penyebab Utama Bencana

Menurut Masun, cuaca ekstrem di awal musim penghujan menjadi salah satu faktor utama terjadinya longsor. “Di awal musim penghujan sering kali terjadi angin kencang disertai hujan lebat. Kombinasi ini bisa memicu longsor, terutama di wilayah lereng yang sebelumnya kering,” ujarnya.

Selain faktor alam, buruknya sistem drainase juga berkontribusi pada meningkatnya risiko longsor. Air hujan yang tidak mengalir lancar membuat tanah menjadi gembur dan mudah bergerak.

“Serig kali longsor dipicu oleh saluran air yang tersumbat, meskipun kemiringan lahan juga berperan. Karena itu, warga yang tinggal di lereng sebaiknya rutin mengecek saluran air di sekitar rumah,” imbaunya.

Imbauan BPBD Ponorogo

BPBD Ponorogo terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi lainnya, seperti banjir dan angin kencang. Hal ini dilakukan seiring dengan meningkatnya intensitas hujan di wilayah selatan Jawa Timur.

“Kami terus mengimbau masyarakat agar selalu waspada, terutama saat hujan deras disertai angin kencang,” pungkas Masun.

Upaya Pencegahan dan Mitigasi

Untuk mengurangi risiko bencana, BPBD Ponorogo menyarankan masyarakat agar memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Ini termasuk rutin membersihkan saluran air dan memantau kondisi tanah di sekitar rumah.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mengikuti informasi resmi dari instansi terkait dan menghindari daerah rawan bencana saat cuaca ekstrem terjadi.

Kesimpulan

Bencana alam yang terjadi di Ponorogo dalam sepekan terakhir menjadi peringatan akan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat. Dengan peningkatan intensitas hujan dan cuaca ekstrem, langkah-langkah pencegahan dan mitigasi menjadi sangat penting untuk mengurangi risiko bencana.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *