26 April 2026
AA1Pf08F.jpg

Kepedulian dan Tanggung Jawab di Balik Keputusan Mundur Wapres Sriwijaya FC

Mohammad David, Wakil Presiden Sriwijaya FC, mengumumkan mundurnya dari jabatannya melalui pesan WhatsApp pada hari Senin (27/10/2025) pukul 07.19. Dalam pesan tersebut, ia menyatakan bahwa langkah ini adalah yang terbaik bagi dirinya sendiri. “Mundur adalah langkah terbaik buat saya, cukup saya berjuang sampai di sini hilang kepercayaan,” tulisnya.

David, yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Manajer Sriwijaya FC, menjadi salah satu penyelamat Elang Andalas dalam babak playoff degradasi Pegadaian Championship 2024/25. Namun, kini ia merasa tidak lagi mampu menjaga kepercayaan suporter setia dan masyarakat Sumsel. Ia juga memohon maaf atas kekecewaan yang telah ia berikan kepada para fans dan pendukung tim.

Kekalahan Beruntun dan Rasa Kecewa Suporter

Pada momen Ultah ke-21 Sriwijaya FC, para suporter justru merasa kecewa karena tim mereka terbenam di posisi juru kunci peringkat 10 klasemen sementara grup 1 Pegadaian Championship 2025/26 dengan raihan hanya 1 poin dari 7 pertandingan. Dari 7 laga tersebut, Sriwijaya FC kalah 6 kali dan sekali bermain imbang.

Kekalahan terbaru terjadi saat Sriwijaya FC kalah 1-3 dari FC Bekasi City dalam laga ketujuh Pegadaian Championship 2025/26 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (26/10/2025) sore. Para suporter fanatik langsung meluapkan kekesalan mereka dengan turun ke lapangan usai pertandingan. Mereka membawa spanduk dengan berbagai kalimat menyindir, seperti “GAK BOSAN KALAH”, “BOSAN MAKAN JANJI”, dan “EVALUASI CUMA OMONGAN”.

Peristiwa Di Lapangan dan Tuntutan Suporter

Massa suporter mencoba masuk hingga ke dalam loker room Sriwijaya FC untuk meminta penjelasan dari manajemen. Mereka terus memberikan janji-janji akan adanya evaluasi, tetapi tidak ada hasil nyata yang terlihat. Meski pelatih kepala Budi Sudarsono, bek senior Valentino Telaubun, serta pemain lainnya hadir untuk memberikan penjelasan, massa suporter masih terus meneriaki agar manajemen juga memberikan penjelasan atas kekalahan yang terjadi.

“Kalau memang suporter sudah tidak percaya, mundur kita. Apalagi yang mau dipertahankan kita sudah mencoba mempertahankan tim ini habis-habisan. Dukungan suporter yang membuat kita tetap bertahan di Sriwijaya FC selama ini,” kata CEO David FC.

Penjelasan Mengenai Pemain dan Regulasi Kompetisi

David menjelaskan bahwa materi pemain Sriwijaya FC musim kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 yang dipermasalahkan merupakan rekrutan dari head coach di awal pembentukan tim. “Untuk kondisi pemain sekarang ini kan pelatih. Pemain ini permintaan pelatih. Kalau saya dari manajemen menyodorkan saja. Kan sudah saya katakan perbuatan pemain kekalahan itu imbasnya ke manajemen. Hujatlah tidak masalah. Kita sadari lagi performa tidak baik,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa tidak bisa langsung meminta ganti pemain saat putaran pertama sedang berjalan sekarang ini. “Ada regulasi di putaran kedua baru bisa ganti pemain. Tidak bisa memaksakan diri langsung evaluasi pemain di tengah jalan kompetisi putaran pertama ini. Makanya di putaran kedua nanti harus dievaluasi semua. Apalagi di lini depan.”

Tanggung Jawab dan Kepercayaan Suporter

David mengaku legowo jika suporter menghendaki dirinya mundur dari manajemen Sriwijaya FC karena ia selama ini berkorban semata-mata demi kecintaan terhadap tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini. “Saya tidak mencari keuntungan di sini. Nak nyalon idak, nak nyari panggung idak. Karena kita cinto bae dengan SFC ini. Kalau ada yang cinta mau keluar kocek pribadinya untuk kecintaannya dengan Sriwijaya FC. Jangan cuma ngumbar. Silahkan ganti posisi kita,” ujarnya.

Meskipun demikian, David tetap berusaha mempertahankan Elang Andalas untuk tetap bertahan tidak terdegradasi dan bertahan di kompetisi Pegadaian Championship. “Kalau suporter masih mempercayai kita sampai ke putaran kedua, kita terus. Tapi kalau suporter tidak mempercayai kita, yo sudah kito mundur. Untuk apo kito sudah habis-habisan, masih dihujat. Pemain ini bukan dari kita yang milih. Kalau mau nuruti keinginan, evaluasi. Seperti Michael Enu kalau sudah bisa dimainkan, kita mainkan di putaran pertama kemarin,” pungkasnya.

Tanggapan Direktur Olahraga PT SOM

Direktur Olahraga PT SOM, Anggoro Prajesta, juga memberikan pernyataan serupa. Ia menjelaskan bahwa perekrutan materi pemain Sriwijaya FC saat ini dipilih oleh head coach Achmad Zulkifli saat pembentukan tim. “Memang sebenarnya semua pemain kan dipilih oleh coach Azul. Memang ada beberapa pemain dari manajemen. Yang dari manajemen so far sih oke-oke aja. Tapi semua keputusan dari pelatihlah.”

Ia menambahkan bahwa evaluasi terhadap pemain senior dan pemain muda akan dilakukan secara berkala. “Apakah nanti perlu dirombak lini belakangnya, apakah perlu ditambah. Kita tidak usah terlalu intervensi soal pemain. Cuma kalau yang dilihat malah sebenarnya yang pemain senior dipertahankan semua yang menjadi salah satu poin evaluasi kita. Namun pemain muda kita yang masih kurang pengalaman nantinya bagus,” beber Anggoro Prajesta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *