24 April 2026
nfa-rilis-juklak-stabilisasi-pasokan-dan-harga-pangan-beras-2023-a8AXE3wNoE.jpeg

Stabilitas Harga dan Ketersediaan Beras di Kebumen Terjaga

Stabilitas harga dan ketersediaan beras di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, terbukti aman dan terkendali. Hal ini ditunjukkan melalui hasil pantauan yang dilakukan oleh Polres Kebumen bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Pemantauan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan masyarakat tidak mengalami kepanikan dan mencegah adanya praktik penjualan harga di atas batas ketentuan.

Tim gabungan melakukan pengawasan di beberapa lokasi krusial, termasuk Pasar Tumenggungan dan swalayan Jadi Baru. Dari hasil pengecekan lapangan di beberapa titik, ditemukan bahwa harga jual beras premium rata-rata sebesar Rp14.600 per kilogram dan beras medium di angka Rp13.000 per kilogram.

Kasatreskrim Polres Kebumen, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata, menjelaskan bahwa angka tersebut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) maksimal yang berlaku untuk wilayah Kebumen. Sesuai ketentuan, HET beras premium ditetapkan maksimal Rp14.900/kg, sementara beras medium maksimal Rp13.500/kg.

Dengan selisih harga yang cukup baik, tim gabungan menyimpulkan bahwa harga beras di Kebumen masih terbilang stabil.

Selain mengecek harga, Satgas Pangan juga memastikan stok beras mencukupi kebutuhan masyarakat lokal. Contohnya, pengecekan pada dua kios sampel menunjukkan ketersediaan beras medium sekitar 3 ton dan premium 1,5 ton. Jumlah ini dianggap aman untuk menyokong kebutuhan harian masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Yofi juga menyampaikan peringatan keras kepada seluruh pedagang. Pihaknya mengingatkan, penjualan beras di atas HET akan berhadapan dengan sanksi tegas.

“Kami ingatkan, menjual di atas HET dapat berujung pada sanksi administratif, pencabutan izin usaha, bahkan bisa dikenakan ketentuan pidana,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten bersama Polres akan terus menggalakkan operasi pasar untuk memastikan harga dan stok pangan tetap terkendali.

Upaya Pemerintah dalam Mengontrol Pasokan Beras

Untuk memastikan pasokan beras tetap lancar, pemerintah setempat terus melakukan berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah dengan memperketat pengawasan terhadap para pedagang. Tim gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian dan instansi terkait rutin melakukan inspeksi ke berbagai pasar dan toko grosir.

Pemantauan ini tidak hanya terbatas pada harga, tetapi juga mencakup kualitas beras yang dijual. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh beras yang berkualitas dan sesuai standar yang ditetapkan.

Selain itu, pemerintah juga memastikan bahwa distribusi beras berjalan merata. Hal ini penting agar semua lapisan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pelosok, tetap mendapatkan akses terhadap beras tanpa mengalami kelangkaan.

Adapun dalam hal pengawasan, pihak berwenang menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap aturan harga akan ditindak tegas. Ini bertujuan untuk menjaga keadilan dan stabilitas ekonomi di tingkat masyarakat.

Peran Masyarakat dalam Menjaga Kestabilan Pasokan

Meskipun pemerintah dan aparat telah melakukan berbagai upaya, peran masyarakat juga sangat penting dalam menjaga kestabilan pasokan beras. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat menyebabkan lonjakan permintaan dan berdampak pada harga.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada terhadap praktik-praktik penipuan atau manipulasi harga oleh oknum tertentu. Jika menemukan indikasi pelanggaran, masyarakat dapat melaporkannya langsung ke pihak berwajib.

Dengan kerja sama antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan beras di Kebumen tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *