19 April 2026
AAM9WrP.jpg

Dewa News– Dosen dari Universitas Negeri Makassar (UNM), Harlin Yusuf, ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tergantung di pohon di lingkungan Kampus Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Makassar.

Petugas dari Polsek Rappocini masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban yang diduga meninggal dunia.gantung diri itu.

“Benar, korban adalah seorang dosen UNM. Saat ini jenazahnya masih berada di RS Bhayangkara (divisum),” ujar Kapolsek Rappocini Kompol Ismail di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (11/7/2025).

Jenazah korban ditemukan oleh warga dalam keadaan tergantung di pohon dengan kondisi yang sangat menyedihkan di lingkungan Kampus Poltekkes Kemenkes Makassar, Jalan Emmy Saelan, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini.

Akibat kejadian tersebut, warga melaporkan kepada pihak kepolisian, kemudian dilakukan penyelidikan di lokasi kejadian (TKP) serta evakuasi korban dengan menurunkan jenazahnya lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit. Dugaan sementara menyebutkan bahwa korban meninggal karena bunuh diri.

Tim Dokpol Polda Sulsel beserta Inafis awalnya mengalami kesulitan dalam melakukan identifikasi karena korban tidak membawa surat tanda pengenal.

Namun, akhirnya diketahui bahwa ia adalah dosen UNM, Jurusan Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).

Polisi juga menemukan sepeda motor dengan nomor plat DD 6618 FT yang diduga merupakan milik korban di dekat tempat kejadian, tidak jauh dari pohon di mana korban ditemukan tergantung.

“Kami menerima laporan dari masyarakat, ada seseorang yang melakukan bunuh diri. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ini murni kasus bunuh diri, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Namun kami tetap menangani kasus ini,” katanya dengan menekankan.

Bila ditanya apa alasan korban memutuskan untuk mengakhiri hidupnya denganbunuh diri, polisi masih mendalaminya.

Polisi belum menemukan tanda-tanda mengenai motif dan masih mengumpulkan keterangan-keterangan.

Kepala Humas UNM Burhanuddin ketika dimintai konfirmasi mengakui bahwa korban merupakan salah satu dosen pengajar di UNM.

“Benar, yang bersangkutan adalah dosen kami. Pihak fakultas telah menyampaikan bela sungkawa,” katanya singkat.

Pernyataan serupa disampaikan oleh Dekan FIP, Prof Abdul Samad, yang mengonfirmasinya.

“Ia memang dosen kami di Jurusan Pendidikan Khusus,” katanya saat di konfirmasi oleh wartawan.

Korban diketahui sebagai dosen yang merupakan pegawai pemerintah dengan kontrak kerja atauPPPKdan merupakan lulusan dari Universitas Halu Oleo Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.(ant/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *