Dewa News– Berikut 4 hal yang dilarang selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan atau MPLS 2025 dengan tema MPLS Ramah, yang berlangsung selama 5 hari dimulai dari Senin 14 Juli 2025. Terdapat kegiatan perpeloncoan.
Menyambut tahun ajaran baru 2025/2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi mengeluarkan Surat Edaran Menteri mengenai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) yang ramah.
Surat ini dilengkapi dengan Rujukan Kegiatan MPLS Ramah sebagai panduan resmi untuk satuan pendidikan dalam menyelenggarakan MPLS yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Tujuan dari rujukan ini adalah memastikan bahwa semua kegiatan selama MPLS berfokus pada kebutuhan, perlindungan, dan kesejahteraan siswa baru.
Dengan pendekatan yang menjadikan siswa sebagai subjek utama, buku ini mendorong terbentuknya pengalaman awal yang sadar, bermakna, dan menyenangkan.
Panduan ini menyajikan berbagai contoh kegiatan yang dapat dengan mudah disesuaikan sesuai kondisi masing-masing sekolah, termasuk kegiatan pengenalan lingkungan, pembentukan kepribadian, serta penguatan hubungan sosial antar komunitas sekolah. Buku ini juga menekankan praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip MPLS Ramah.
Pertama, memberikan tugas yang tidak logis atau tidak sesuai. Tugas yang diberikan kepada siswa harus bersifat pendidikan dan mendukung tujuan MPLS Ramah. Pemberian tugas yang berlebihan atau tidak bermanfaat harus dihindari.
Kedua, melakukan kegiatan yang menyebabkan kekerasan atau perundungan. Segala bentuk kekerasan fisik, lisan, maupun emosional dilarang, termasuk tindakan yang bersifat memberi hukuman, merendahkan, atau menakut-nakuti siswa—baik secara langsung maupun tidak langsung.
Ketiga, melaksanakan kegiatan MPLS tanpa pengawasan guru. Seluruh aktivitas MPLS Ramah harus berada di bawah pengawasan guru. Jika pelaksanaannya dilakukan di luar lingkungan sekolah, kegiatan tersebut harus diketahui dan mendapatkan persetujuan tertulis dari orang tua/wali murid.
Keempat, menggunakan atribut yang tidak mendidik dan tidak sesuai. Atribut yang dapat memalukan siswa, merendahkan harga diri, atau berdampak buruk pada psikologis siswa dilarang digunakan dalam kegiatan MPLS.
Penerbitan Surat Edaran dan Panduan Pelaksanaan MPLS Ramah menjadi dasar bagi Satuan Pendidikan dalam menyelenggarakan MPLS Ramah. Kegiatan ini menitikberatkan pada penguatan karakter siswa serta realisasi pendidikan berkualitas melalui partisipasi seluruh komponen. Untuk informasi lebih lengkap, Surat Edaran (SE) MPLS Ramah dapat diunduh melalui lamanhttps://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/mplsramah/.
Pada kesempatan ini, Sekretaris Jenderal, Suharti menyampaikan bahwa webinar tersebut memberikan wawasan yang menyeluruh dan motivasi dalam menyelenggarakan MPLS Ramah yang positif, inklusif, serta mendorong perkembangan optimal siswa.
“Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah adalah momen yang sangat penting dan strategis dalam proses penyesuaian siswa baru di lingkungan sekolah yang baru. Masa pengenalan lingkungan sekolah bukan hanya kegiatan formal atau rutinitas tahunan, tetapi menjadi bagian krusial dalam membangun budaya yang positif di lingkungan pendidikan.” kata Sesjen Suharti dalam pidatonya.
Tidak hanya itu, Sekretaris Jenderal Suharti juga menyampaikan bahwa melalui masa pengenalan, diharapkan siswa dapat mengenal nilai-nilai sekolah, memahami lingkungan belajar, membangun interaksi positif dengan guru dan teman sebaya, serta meningkatkan semangat belajar yang menyenangkan. “Oleh karena itu, dalam masa pengenalan ini, pelaksanaannya harus dirancang secara menyeluruh, bermakna, dan berfokus pada kebutuhan perkembangan siswa,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa Kemendikdasmen memiliki komitmen untuk menciptakan perubahan nyata dalam lingkungan belajar yang mendukung anak. “Salah satunya adalah menyusun Panduan Pelaksanaan MPLS Ramah yang dapat digunakan oleh seluruh satuan pendidikan sebagai pedoman resmi,” ujar Sesjen Suharti.
“Panduan Pelaksanaan MPLS Ramah ini, guru juga semakin memahami sifat dan kebutuhan perkembangan setiap siswa baru, sehingga mampu menyusun proses pembelajaran yang mendalam, sadar, bermakna, dan menyenangkan,” tambahnya.
Di akhir pidatinya, ia juga mengajak para pemangku kepentingan, tenaga pendidik, dan orang tua untuk saling memberikan dukungan agar menjadikan MPLS Ramah sebagai momen yang menyenangkan. “Mari kita jadikan MPLS Ramah sebagai momen peralihan yang penuh kegembiraan dan membangun bagi anak-anak kita. Bukan beban, tapi harapan. Bukan ketakutan, tapi menciptakan rasa aman dan nyaman,” tutup Sesjen Suharti.
Berikut ini adalah Jadwal Lengkap MPLS 2025 untuk tingkat SMP, mulai dari Hari ke-1 hingga Hari ke-5:
Hari 1: Mengenal Lingkungan Sekolah, Membentuk Karakter yang Kuat
Aktivitas 1: Pertemuan Pagi yang Ceria (Waktu 30 Menit)
Tujuan:
1) Membentuk dan memperkuat kepribadian serta profil lulusan bagi siswa baru
2) Membantu siswa baru memahami struktur kurikulum sekolah
3) Membantu siswa baru memahami dan beradaptasi dengan fasilitas yang tersedia di lingkungan sekolah
satuan pendidikan
Kegiatan:
1. Latihan Olahraga Anak Indonesia Hebat
2. Mengumandangkan Lagu Indonesia Raya
3. Berdoa Bersama
Kegiatan 2: Pemahaman Wiyata Mandala (Durasi 30 menit)
Siswa diperkenalkan mengenai visi, misi, program, serta budaya institusi pendidikan agar dapat memahami dan menghargai peran institusi pendidikan sebagai tempat belajar dan pengembangan diri.
Aktivitas 3: Aku dan Sekolah Saya (Waktu 60 Menit)
Siswa diajak berkeliling lingkungan sekolah untuk melihat sarana belajar agar lebih memahami kondisi pembelajaran.
unit pendidikan dan siap memulai proses belajar mengajar.
Aktivitas 4: Aku dan Lingkungan Sekitar (30 menit)
Siswa diminta untuk mengidentifikasi kondisi dan fasilitas yang ada di sekitar lingkungan sekolah.
untuk memahami layanan, akses, dan fasilitas pembelajaran.
Kegiatan 5: Aku Anak Indonesia Hebat, Kekuatan Karakterku (60 menit)
Siswa diajarkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat melalui nyanyian, peragaan, dan simulasi.
catatan harian.
Aktivitas 6: Penggunaan Internet dan Media Sosial yang Sehat serta Pengawasan Penggunaan Perangkat Gawai (Waktu Layar) (Durasi 30 Menit)
Siswa diajak menyaksikan video tentang penggunaan internet dan media sosial yang sehat, kemudian membuat
contoh kata-kata bijak yang membawa pesan positif.
Hari 2 Lingkungan Baruku Aman, Nyaman, dan Menyenangkan
Aktivitas 1: Pertemuan Pagi yang Ceria
Kegiatan 2: Tempat Bertemu Siswa Baru
Kegiatan 3: Profil Lulusan
Kegiatan 4: Lingkungan Pembelajaran yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan (LPANM)
Aktivitas 5: Membentuk Kesiapan Bencana di Sekolah
Hari Ketiga: Pahami Diri, Capai Prestasi
Aktivitas 1: Pertemuan Pagi yang Ceria
Kegiatan 2: Penilaian MPLS yang Ramah Literasi Membaca dan Numerasi
Aktivitas 3: Penjelajahan Diri: Mengenali Kemampuan yang Ada
Aktivitas 4: Menghubungkan Minat dan Kemampuan
Aktivitas 5: Pemupukan Motivasi, Semangat, dan Metode Belajar yang Efisien
Hari ke-4: Bersama Kita Jaga, Bersama Kita Berkembang
Aktivitas 1: Pertemuan Pagi yang Ceria
Kegiatan 2: Aku, Kau, dan Lingkungan Kami Bersama
Aktivitas 3: Bahaya Perjudian Online
Kegiatan 4: Bahaya NAPZA
Hari Kelima: Tunjukkan Wajahmu, Kembangkan Bakatmu
Aktivitas 1: Pertemuan Pagi yang Ceria
Kegiatan 2: Kemampuan dan Minat Siswa. (*)