Istanbul (ANTARA) – Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pada Selasa menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,9 persen untuk tahun 2025 dan 2026, turun dari 3,1 persen dalam proyeksi sebelumnya.
Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya hambatan perdagangan, kondisi keuangan yang lebih ketat, dan peningkatan ketidakpastian kebijakan.
“Perlambatan terkonsentrasi di Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, dan China, dengan ekonomi lain diperkirakan akan mengalami penyesuaian penurunan yang lebih kecil,” kata OECD dalam laporan Economic Outlook terbarunya.
OECD menyatakan lingkungan ekonomi global menjadi semakin menantang dengan peningkatan substansial dalam hambatan perdagangan, kondisi keuangan yang lebih ketat, kepercayaan dunia usaha dan konsumen yang melemah, serta tingginya ketidakpastian kebijakan yang menimbulkan risiko pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).
“Jika tren ini berlanjut, prospek ekonomi bisa semakin tertekan. Meningkatnya biaya perdagangan — terutama di negara-negara yang menerapkan tarif baru — kemungkinan akan memicu inflasi, meskipun mungkin dapat diimbangi sebagian oleh penurunan harga komoditas,” kata laporan tersebut.
Kekhawatiran utama ke depan mencakup potensi eskalasi lebih lanjut atau perubahan mendadak dalam kebijakan perdagangan, sikap konsumen dan pelaku usaha yang lebih berhati-hati, serta penetapan ulang harga risiko yang berkelanjutan di pasar keuangan.
Laporan tersebut juga menyampaikan inflasi bisa tetap tinggi lebih lama dari yang diperkirakan, terutama jika ekspektasi inflasi terus meningkat.
Namun, jika hambatan perdagangan dapat dicabut secepatnya, hal itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan membantu meredakan tekanan inflasi.
Ekonomi Amerika Serikat, yang tumbuh sebesar 2,8 persen pada tahun lalu, diperkirakan hanya akan tumbuh 1,6 persen pada tahun ini dan 1,5 persen pada 2026.
OECD memperkirakan pertumbuhan 2,2 persen tahun ini dan 1,6 persen pada tahun berikutnya, dalam perkiraan sebelumnya.
Di kawasan Euro, pertumbuhan diperkirakan meningkat dari 0,8 persen pada 2024 menjadi 1 persen pada tahun ini dan 1,2 persen pada 2026, sama dengan laporan sebelumnya.
Ekonomi China diproyeksikan melambat dari pertumbuhan 5 persen pada 2024 menjadi 4,7 persen tahun ini dan 4,3 persen tahun depan, turun dari proyeksi sebelumnya yaitu 4,8 persen untuk 2025 dan 4,4 persen untuk tahun depan.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Ekonom sebut RI punya modal peluang di tengah tantangan global
Baca juga: Ekonomi global diperkirakan melambat 2,3 persen akibat perang dagang
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2025