27 April 2026
fb1199bb-5a3a-408f-89e4-7ccf6922a3b5_1.jpeg

Dari 67 kejadian kebakaran, 40 diantaranya berasal dari korsleting, enam kebocoran gas, dan dua pembakaran sampah

Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mencatat 67 kejadian kebakaran selama periode Januari-April.

“Dari 67 kejadian kebakaran, 40 diantaranya berasal dari korsleting, enam kebocoran gas, dan dua pembakaran sampah,” kata Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman di Jakarta, Senin.

Baca juga: Gulkarmat padamkan kantor dan bengkel trailer di Jakut yang terbakar

Selain itu, terdapat dua kejadian akibat penyalaan api kembali, enam kejadian akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan, serta 11 kejadian akibat faktor lain-lain.

“Pemicu kebakaran paling dominan adalah korsleting listrik,” kata dia.

Sementara itu berdasarkan lokasi, kebakaran bangunan di lingkungan permukiman mencapai 28 kejadian, bangunan umum dan perdagangan sembilan kali, bangunan industri tiga kali , dan kendaraan bermotor lima kejadian.

Baca juga: Gulkarmat evakuasi ular di kloset rumah warga di Tanjung Priok

Kemudian, sebanyak 10 kejadian akibat instalasi dari luar gedung, satu kejadian dari tanaman, satu kejadian dari lapak, tujuh kejadian dari lokasi sampah, dan tiga kejadian dari di lain-lain.

“Total kerugian akibat kebakaran sepanjang Januari-April mencapai sekitar Rp18,5 miliar. Sedangkan korban jiwa satu orang dan korban luka 16 orang,” kata dia.

Ia mengatakan kebakaran paling banyak terjadi pada bulan Maret dengan jumlah 25 kejadian. Kemudian pada bulan Januari 14 kejadian, Februari 12 kejadian, dan di bulan April 16 kejadian.

“Jumlah kasus kebakaran di periode 2025 ini mengalami kenaikan lima persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” bebernya.

Baca juga: Kerugian akibat kapal terbakar di Sunda Kelapa capai Rp500 juta

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan lebih berhati-hati, khususnya terhadap penggunaan instalasi listrik untuk meminimalisir terjadinya peristiwa kebakaran.

Menurut dia petugas rutin melakukan sosialisasi dan edukasi pencegahan bahaya kebakaran dan warga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran.

“Apabila terjadi kebakaran, warga bisa melapor dengan menghubungi layanan Jakarta Siaga 112,” katanya.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Ganet Dirgantara
Copyright © ANTARA 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *