21 April 2026
IMG-20250212-WA0040.jpg

Jakarta – Pelatih tunggal putra Indonesia, Mulyo Handoyo, mengidentifikasi masalah fisik yang belum ideal sebagai faktor utama di balik minimnya prestasi tunggal putra Indonesia dalam sejumlah turnamen awal tahun ini. Ia menekankan pentingnya pembenahan fisik dan peningkatan strategi jelang turnamen selanjutnya.

“Dari sejumlah turnamen awal memang penampilan para pemain itu belum maksimal….Dari situ mungkin kondisi fisik ya yang saya cermati belum maksimal,” kata Mulyo Handoyo kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Mulyo Handoyo juga menambahkan, “Kemudian dari segi permainan, mungkin dari taktik dan strategi juga harus kita tingkatkan untuk itu.”

Pada awal tahun 2025, tunggal putra Indonesia belum menunjukkan performa terbaiknya. Di Malaysia Terbuka, tidak ada wakil Indonesia yang melaju ke semifinal. Di India Terbuka, Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil yang mencapai semifinal, namun langkahnya dihentikan oleh Viktor Axelsen. Di Indonesia Masters, Jonatan Christie kalah di final dari Kunlavut Vitidsarn. Terakhir, di Thailand Masters, tidak ada wakil Indonesia yang mencapai semifinal.

Mulyo Handoyo mengaku telah melakukan evaluasi menyeluruh terkait hasil negatif ini, dengan fokus pada pembenahan fisik dan peningkatan strategi. Ia kini tengah mempersiapkan tunggal putra Indonesia untuk menghadapi Orleans Masters 2025 (4-9 Maret) dan All England 2025 (11-16 Maret).

“Saat ini Mulyo tengah mempersiapkan tunggal putra Indonesia untuk menatap Orleans Masters 2025 (4-9 Maret) dan All England 2025 (11-16 Maret).”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *