Jakarta – Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat, menyoroti dampak besar yang akan dirasakan para pemain jika rencana perubahan sistem skor oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) benar-benar diterapkan. Ia menekankan bahwa perubahan ini akan memengaruhi pola latihan dan strategi bertanding para pemain.
“Saya rasa, lebih baik tanyakan langsung ke BWF. Kami hanya bisa mengikuti saja. Jika memang sistem diubah dari 21 poin ke 15 poin harus cepat diputuskan karena cara latihan dan pola permainan sangat berbeda antara dua sistem tersebut,” ujar Taufik kepada pewarta di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Selasa.
Sebagai mantan atlet yang pernah mengalami format gim 15 poin dan 21 poin, Taufik memahami bahwa perubahan sistem skor akan berdampak pada berbagai aspek permainan, termasuk teknik, daya tahan, dan mental pemain. Ia juga menekankan perlunya pemberitahuan lebih awal jika perubahan ini diterapkan.
“Kalau ada uji coba, sebaiknya diinformasikan lebih awal. Perubahan seperti ini akan berdampak pola bertanding, daya tahan pemain, teknik, hingga mental dan mindset mereka,” ujar Taufik, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum I PP PBSI dan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga.
Taufik menjelaskan perbedaan mendasar antara sistem poin reli 21 poin yang saat ini digunakan dengan sistem 15 poin yang direncanakan. Menurutnya, sistem 21 poin lebih mengandalkan kekuatan mental, sementara sistem 15 poin (jika masih menggunakan aturan pindah bola) akan memerlukan strategi berbeda.
“Kalau sekarang, sistem poin reli 21 poin lebih menuntut mental yang kuat. Salah sedikit, poin langsung untuk lawan. Kalau 15 poin ada pindah bola, tapi saya belum tahu apakah nanti ada aturan pindah bola atau tidak. Yang jelas, daya tahan pemain akan lebih diuji, dan latihan fisik harus lebih ekstra,” ujarnya.
Meski masih sebatas rencana, Taufik menegaskan bahwa jika perubahan sistem skor benar-benar diterapkan, para pemain harus siap beradaptasi dengan pola bermain yang berbeda.
“Kalau nanti berubah jadi 15 poin, pola permainan pasti berbeda lagi, dan pemain harus cepat menyesuaikan diri,” ujarnya.
Sebelumnya, BWF mengumumkan rencana uji coba sistem skor baru 3×15 sebagai alternatif dari sistem 2×21. Sistem 3×15 dinilai lebih menarik karena memiliki lebih sedikit poin per gim, membuat pertandingan lebih dinamis, dan memperpendek waktu pertandingan. Uji coba sistem ini akan dilakukan pada kejuaraan kontinental terpilih, turnamen Grade 3, liga nasional dan internasional, serta turnamen nasional antara April hingga September atau Oktober 2025.
Keputusan akhir mengenai penerapan sistem skor baru akan ditentukan dalam Rapat Umum Tahunan BWF pada 2026.