24 April 2026
IMG_20250114_161350

Jakarta – Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin mengusulkan agar Pemerintah membuka kesempatan pembiayaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Sultan menilai masyarakat Indonesia memiliki sifat gotong royong yang kuat. “Saya melihat ada DNA dari masyarakat Indonesia yang dermawan dan gotong royong. Kenapa tidak kita manfaatkan ini?” kata Sultan usai menghadiri Sidang Paripurna Ke-10 DPD RI Masa Sidang III Tahun 2024–2025 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.

Sultan melanjutkan, “Contoh, bagaimana kita menstimulus agar masyarakat umum terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis ini. Saya berpikir, kenapa tidak zakat yang besar kita libatkan ke sana (program MBG).” Selain nilai gotong royong, Sultan memandang pembiayaan program MBG melalui zakat juga dapat membantu meringankan beban anggaran pemerintah. “Negara di bawah Pak Prabowo-Mas Gibran ingin program Makan Bergizi Gratis ini maksimal. Hanya saja, anggaran kita tidak akan semua dipakai untuk makan gizi gratis,” ujarnya.

Sultan juga menyampaikan kepada beberapa duta besar negara lain untuk menggalang bantuan anggaran pelaksanaan program MBG. “Saya sampaikan, negara kami punya program andalan yang namanya Makan Bergizi Gratis. Tolong juga kalau negara-negara luar ingin berkontribusi. Kami senang Jepang sudah mulai mendukung kita,” tuturnya. Ia berharap parlemen dapat menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan dengan baik dalam mendukung suksesnya pelaksanaan program MBG. “Memastikan agar program ini berjalan maksimal, bukan hanya dari anggaran APBN yang ada karena pasti sangat terbatas,” kata dia.

Sebelumnya, Sultan B. Najamudin mengusulkan agar Pemerintah membuka kesempatan pembiayaan program MBG kepada masyarakat melalui ZIS. Menurutnya, banyak masyarakat kelas menengah atas yang memiliki tradisi memberikan bantuan makanan kepada anak sekolah. Ia percaya masyarakat ingin bergotong royong untuk terlibat langsung dalam pembiayaan program MBG. “Bagi kami, program MBG mengandung misi kemanusiaan yang universal. Bagi sebagian besar anak-anak Indonesia di daerah, program MBG menjadi kebutuhan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan mereka,” ujar Sultan melalui keterangan resminya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengungkap bahwa anggaran untuk program MBG yang disetujui DPR RI pada tahun 2025 sebanyak Rp71 triliun. “Kalau nanti Presiden memutuskan menambah, kalau dilihat APBN, menambah Rp140 triliun pada bulan Juli atau Agustus. Ditambah Rp140 triliun maka penerima manfaat akan mencakup 82,9 juta orang pelajar yang akan dapat makan siang bergizi,” ujar Zulkifli Hasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *