Strategi Utama ACC untuk Meningkatkan Penyaluran Pembiayaan
PT Astra Sedaya Finance atau Astra Credit Companies (ACC) mengungkapkan tiga strategi utama yang diterapkan untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan baru pada kuartal I/2026. Dalam pernyataannya, EVP Corporate Communication ACC Riadi Prasodjo menjelaskan bahwa perusahaan fokus pada penguatan kolaborasi dengan mitra bisnis.
Selain itu, ACC juga berupaya mengoptimalkan program pemasaran dan meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. Hal ini dilakukan sambil tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap transaksi.
Dengan strategi tersebut, ACC optimis dapat mencapai pertumbuhan positif dalam penyaluran pembiayaan pada tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan juga terus memantau dinamika kondisi ekonomi, daya beli masyarakat, serta perkembangan suku bunga yang dapat memengaruhi permintaan pembiayaan.
Pertumbuhan Penyaluran Pembiayaan Kendaraan
Riadi menuturkan bahwa hingga Februari 2026, penyaluran pembiayaan kendaraan menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Portofolio pembiayaan ACC masih didominasi oleh mobil baru, yang merupakan segmen utama dengan pangsa di atas 50%.
Di samping itu, Kalimantan menjadi salah satu wilayah yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam penyaluran pembiayaan baru. Hal ini didukung oleh kebutuhan pembiayaan masyarakat yang tetap positif di wilayah tersebut.
Kualitas Pembiayaan yang Terjaga
Sementara itu, Riadi menyampaikan bahwa kualitas pembiayaan pada awal tahun ini masih terjaga di bawah 1%, jauh dari batasan regulator yang sebesar 5%. Untuk menjaga agar NPF (Non Performing Financing) tetap di bawah 5%, ACC berkomitmen menerapkan manajemen risiko dan praktik tata kelola sesuai ketentuan yang berlaku.
Data Industri Multifinance
Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan baru oleh industri multifinance pada Januari 2026 sebesar Rp78,16 triliun. Berdasarkan data tersebut, pembiayaan multiguna mendominasi dengan porsi sebesar 47,47%.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK Agusman menjelaskan bahwa secara nominal, pembiayaan multiguna mencapai Rp37,10 triliun, sedangkan pembiayaan investasi sebesar Rp18,72 triliun dan pembiayaan modal kerja senilai Rp17,04 triliun.
Fokus pada Pembiayaan Multiguna
Pembiayaan multiguna terbukti menjadi pilihan utama bagi masyarakat, karena fleksibilitasnya dalam memenuhi berbagai kebutuhan. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan akan pembiayaan yang bisa digunakan untuk berbagai tujuan semakin meningkat.
Tantangan dan Peluang
Meskipun ada tantangan dari dinamika ekonomi dan suku bunga, ACC tetap optimis dalam menjalankan strateginya. Dengan pengelolaan risiko yang baik dan kolaborasi yang kuat, ACC yakin bisa meraih pertumbuhan yang positif di tahun ini.
Kesimpulan
ACC terus berinovasi dan beradaptasi dengan kondisi pasar yang terus berubah. Dengan strategi yang jelas dan komitmen terhadap kualitas layanan, ACC siap menghadapi tantangan dan membuka peluang baru dalam dunia pembiayaan.