22 April 2026
AA1XHzJB.jpg

Klarifikasi Zendhy Kusuma terkait Insiden di Restoran Nabilah O’Brien

Pengakuan Mengenai Emosi yang Terpancing

Zendhy Kusuma, seorang musisi ternama, akhirnya memberikan klarifikasi mengenai insiden keributan yang terjadi di restoran milik selebgram Nabilah O’Brien. Insiden ini sempat viral di media sosial dan menjadi perhatian publik selama beberapa bulan.

Dalam penjelasannya melalui akun Instagram pribadinya, Zendhy mengungkap bahwa ia memang sempat terpancing emosi saat kejadian berlangsung. Ia mengakui bahwa sikapnya pada malam itu tidak sepenuhnya sesuai dengan harapan. “Saya tidak menutup mata bahwa pada malam itu emosi saya terpancing dan ada sikap yang seharusnya bisa disampaikan dengan cara yang lebih baik,” ujar Zendhy.

Menurutnya, situasi tersebut bermula ketika ia bersama keluarga menunggu pesanan makanan cukup lama hingga suasana menjadi tidak nyaman. Ia menjelaskan bahwa sejak awal pihaknya telah beberapa kali menanyakan status pesanan kepada pelayan restoran. “Kami menanyakan ke beberapa pelayan mengenai pesanan tersebut, pada awalnya kami diberi waktu 15 menit dan kami menunggu sesuai waktu yang disebutkan namun makanan belum juga datang.”

Penjelasan tentang Situasi yang Tidak Sepenuhnya Akurat

Video CCTV yang beredar di media sosial menunjukkan Zendhy dan istrinya meninggalkan restoran sambil membawa sekitar 14 menu makanan tanpa melakukan pembayaran. Namun, Zendhy menyatakan bahwa potongan video tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan situasi sebenarnya. Ia menegaskan bahwa terdapat rekaman lain yang menunjukkan bahwa dirinya sempat berusaha menyelesaikan persoalan secara baik-baik.

“Namun saat itu pemilik saudari N sedang berada di luar kota, kami sudah membawa surat permintaan maaf, uang tunai untuk membayar pesanan, namun kami tidak diperkenankan masuk, meski demikian kami tetap menunjukkan itikad baik kami ingin menyelesaikan persoalan dengan tertib,” ujarnya.

Klaim Telah Melakukan Pembayaran

Dalam penjelasannya, Zendhy juga mengungkap bahwa ia telah melakukan pembayaran atas pesanan makanan tersebut beberapa hari setelah kejadian. Ia menyebut pembayaran sebesar Rp530.150 dilakukan melalui transfer pada 21 September 2025. Meskipun demikian, pada 26 September 2025 laporan dugaan pencurian tetap dilayangkan ke polisi dan ditangani oleh Polsek Mampang, Jakarta Selatan.

“Meskipun kami dilaporkan, kami tetap kooperatif dan menunjukkan itikad baik bahkan sebelum adanya panggilan kepolisian kami datang dan klarifikasi menunjukkan bukti terkait upaya yang kami lakukan,” ujarnya.

Dampak dari Video yang Viral

Setelah video tersebut viral, Zendhy dan keluarganya menghadapi berbagai tekanan di media sosial. Mulai dari komentar negatif hingga penyebaran informasi pribadi. Ia mengungkapkan bahwa dampaknya cukup besar bagi keluarga dan pekerjaan mereka. “Cukup berdampak bagi keluarga kami, pekerjaan kami, namun demikian kami tidak menanggapi tersebut karena media sosial, namun peristiwa tersebut berkembang jauh, kami akhirnya melaporkan N ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa potongan video yang beredar disertai narasi yang menurutnya tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta kejadian. “Kami percaya setiap peristiwa sebaiknya dilihat secara utuh dan berdasarkan fakta. Ketika sebuah potongan video disertai narasi yang tidak lengkap, hal itu bisa menimbulkan kesalahpahaman yang akhirnya merugikan banyak pihak,” ujarnya.

Menyikapi Proses Hukum yang Berjalan

Zendhy menegaskan bahwa saat ini seluruh persoalan tersebut telah masuk ke ranah hukum. Ia mengaku akan menghormati proses yang sedang berjalan. “Saya percaya proses hukum akan melihat seluruh peristiwa ini secara utuh dan objektif,” katanya.

Melalui klarifikasi ini, Zendhy juga mengajak masyarakat untuk menyikapi peristiwa tersebut secara lebih bijak, termasuk dalam menggunakan media sosial. “Mungkin kita semua bisa belajar dari kejadian ini. Belajar menjadi konsumen yang lebih baik, belajar menjadi pemilik usaha yang lebih bijak dalam menyikapi pelanggan, dan juga belajar menjadi netizen yang tidak mudah melakukan cyberbullying,” kata Zendhy.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi. “Kami juga menyadari peristiwa ini terjadi di tengah bulan suci ramadhan baik bagi orang, serta bisa memperbaiki hubungan antar sesama, untuk itu kami memohon maaf atas peristiwa yang telah menimbulkan kegaduhan pada masyarakat,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *