22 April 2026
AA1YrcFc.jpg

Perjalanan Sukses Seorang Mantan TKW dalam Memperkenalkan Rengginang ke Pasar Internasional

Seorang perempuan asal pesisir Indramayu, Jawa Barat, berhasil mengubah usaha rumahan menjadi produk yang menembus pasar luar negeri. Rengginang yang diproduksi secara tradisional kini telah dikirim hingga ke Australia melalui jaringan komunitas UMKM binaan Pertamina. Proses ini merupakan perjalanan panjang yang dimulai dari pengalaman bekerja di luar negeri selama lebih dari 12 tahun.

Mahani, warga Desa Balongan, Indramayu, sebelumnya bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di berbagai negara. Ia pernah bekerja di Riyadh, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Selama empat tahun, ia juga sempat bekerja di dapur Kerajaan Brunei Darussalam. Namun, selama masa bekerja tersebut, ia harus meninggalkan anak-anaknya di kampung halaman. Anak-anaknya dititipkan kepada ibunya karena tuntutan ekonomi keluarga.

Setelah anak-anaknya mulai masuk sekolah menengah pertama, Mahani memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Tujuannya adalah untuk lebih dekat dengan keluarga sekaligus mencari sumber penghasilan di kampung halamannya sendiri. Kembali ke tanah air, ia memulai usaha kecil-kecilan dengan membuat rengginang di rumah. Produk tersebut kemudian dititipkan ke warung-warung di sekitar desa.

Meski cukup diminati, pendapatan dari usaha rengginang pada awalnya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Untuk mengisi kekosongan, Mahani mencoba usaha lain dengan berjualan donat. Donat buatannya perlahan dikenal masyarakat sekitar, terutama oleh pelaut yang singgah di kawasan pesisir Indramayu. Menurut Mahani, donatnya memiliki daya tahan lama sehingga cocok untuk dibawa jauh-jauh.

Usaha kecil ini berkembang ketika para pelaku usaha mikro di Desa Balongan mulai membangun kerja sama pemasaran produk lokal. Kolaborasi tersebut sudah terjalin sejak sekitar 2010 dan terus berkembang hingga saat ini. Kerja sama ini akhirnya berkembang menjadi komunitas UMKM yang dikenal dengan nama Teras Balongan. Komunitas ini merupakan mitra binaan PT Pertamina dan secara resmi berjalan pada 2025.

Mahani kini menjabat sebagai Ketua UMKM Teras Balongan. Ia menjelaskan bahwa komunitas ini menaungi puluhan pelaku usaha lokal yang memproduksi berbagai produk khas pesisir Pantura. Produk-produk yang dipasarkan meliputi batik, tenun, serta berbagai makanan khas pesisir seperti rengginang terasi, kerupuk udang, kerupuk ikan, kerupuk bawang, dan kerupuk nasi.

Ciri khas dari produk-produk ini adalah rasa terasi yang khas karena menggunakan bahan baku dari wilayah pesisir. Menurut Mahani, produk makanan ringan dari UMKM Teras Balongan banyak diminati sebagai oleh-oleh khas Indramayu, terutama saat musim mudik Lebaran. Salah satu produk yang paling diminati adalah sambal dan olahan terasi dalam kemasan botol. Pernah ada pesanan sampai 500 botol, biasanya untuk oleh-oleh anak-anak di pesantren.

Selain dipasarkan secara lokal, sejumlah produk UMKM Teras Balongan juga mulai menembus pasar internasional. Rengginang yang diproduksi di Balongan pernah dikirim ke Singapura, Australia, Taiwan, hingga Hong Kong. Proses produksi rengginang masih dilakukan secara tradisional. Beras ketan dicuci dan dipilih, kemudian dimasak bersama bumbu terasi sebelum dicetak dan dijemur hingga kering di bawah sinar matahari.

Selain rengginang, para pelaku UMKM juga memproduksi camilan lain seperti manisan mangga. Mangga dikupas dan diiris tipis, kemudian direndam dalam larutan gula batu dan gula pasir selama beberapa hari hingga siap dikonsumsi. Produk-produk tersebut dijual dengan harga relatif terjangkau, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp100 ribu tergantung jenis dan ukuran produk.

Dalam kondisi permintaan tinggi, produksi rengginang bisa mencapai sekitar 25 kilogram per hari, terutama ketika ada pesanan dari luar daerah maupun luar negeri. Selain memproduksi makanan ringan, Mahani juga menjalankan usaha katering untuk memenuhi pesanan acara keluarga maupun instansi. Permintaan makanan ringan untuk rapat dan kegiatan kantor juga cukup tinggi.

Mahani mengatakan, perjalanan usahanya tidak mudah. Dari berjualan donat hingga memproduksi rengginang di dapur rumah, semua dilakukan agar anak-anaknya dapat melanjutkan pendidikan. Sekarang alhamdulillah usaha ini bisa membantu mereka sekolah.

Sebagai mitra binaan PT Pertamina, Mahani kini juga mengikuti program pengembangan usaha yang memberikan pelatihan kewirausahaan bagi pelaku UMKM. Pelatihan tersebut mencakup manajemen usaha hingga pemasaran digital. Meski masih mengandalkan jaringan pelanggan lama dan pemasaran melalui pesan singkat, ia mulai memanfaatkan media sosial untuk memperluas pasar. Mahani berharap Teras Balongan dapat menjadi wadah bagi pelaku UMKM lokal untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk khas Indramayu ke tingkat nasional hingga internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *