Sejak tahun 2021 hingga 2025, BPJS Kesehatan telah menciptakan berbagai inovasi yang memberikan dampak signifikan dalam transformasi digital nasional. Prestasi ini terlihat dari penganugerahan penghargaan TOP DIGITAL Awards kepada BPJS Kesehatan, termasuk TOP DIGITAL Implementation Level Stars 5 dan Golden Trophy atas keberhasilannya mempertahankan predikat tertinggi selama tiga tahun berturut-turut.
Dalam ajang tersebut, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti dan Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan juga rutin dinobatkan sebagai TOP Leader dan TOP CIO on Digital Implementation. Hal ini menggambarkan kepemimpinan mereka dalam mendorong inovasi digital demi meningkatkan kualitas layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Tahun 2021-2022: Penguatan Pondasi Digital
Menurut Edwin Aristiawan, tahun 2021-2022 merupakan momen penting dalam penguatan pondasi dan percepatan digitalisasi. Di awal transformasi, BPJS Kesehatan meluncurkan beberapa inovasi yang mengubah total wajah pelayanan. Inovasi tersebut antara lain:
- Antrean online di fasilitas kesehatan
- Pendaftaran antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN
- Konsultasi dokter melalui fitur Telekonsultasi pada Aplikasi Mobile JKN
- Simplifikasi rujukan pasien haemofilia dan thalasemia
- Aplikasi Mobile P-Care Vaksinasi untuk percepatan vaksinasi Covid-19
Pada tahun 2021, BPJS Kesehatan fokus pada pembangunan fondasi yang kuat untuk persiapan akselerasi di tahun berikutnya. Pada tahun 2022, BPJS Kesehatan memperkuat tata kelola standar internasional seperti ISO 27001, ISO 20000, ISO 25010, dan kerangka COBIT 2019. Hasilnya, skor kematangan teknologi mencapai 3,85 dari skala maksimal 5,0.
Tahun 2023: Ekspansi dan Akselerasi Inovasi
Tahun 2023 menjadi masa ekspansi dan akselerasi inovasi ‘Smart Social Health Insurance’. Dengan jumlah peserta JKN yang mencapai 262 juta jiwa, BPJS Kesehatan semakin memperluas akses pemanfaatan teknologi digital di berbagai lini. Inovasi yang dikembangkan antara lain:
- New e-DABU (Elektronik Data Badan Usaha)
- i-Care JKN (informasi pencarian rekam medis elektronik JKN)
- Portal informasi untuk fasilitas kesehatan
- Informasi ketersediaan tempat tidur rumah sakit secara online
- Telekonsultasi dokter FKTP
- Biometrik fingerprint untuk mempercepat dan memperkuat layanan berbasis pengalaman peserta
Tahun 2024: Integrasi Teknologi Cerdas
Di tahun 2024, teknologi cerdas seperti IoT dan Artificial Intelligence (AI) mulai diintegrasikan dalam fitur baru. Contohnya adalah BUGAR (untuk mengukur aktivitas fisik, denyut jantung, tekanan darah, saturasi oksigen, suhu tubuh), FRISTA (face recognition), serta jadwal minum obat berbasis AI. Saat itu, jumlah peserta JKN menembus 277 juta jiwa (98,67% dari populasi Indonesia), sekaligus menandai tercapainya Universal Health Coverage (UHC) lebih cepat dari target nasional.
Tahun 2025: Pengembangan Inovasi AI
Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh dengan inovasi berbasis AI. BPJS Kesehatan mengembangkan berbagai inovasi AI pada berbagai aspek layanan, mulai dari AI vision, deteksi anomali klaim berbasis machine learning, analisis prediktif untuk risiko penyakit, hingga analisa biaya layanan. Selain itu, BPJS Kesehatan juga mengembangkan model prediktif, mulai dari analisis rujukan peserta, prediksi risiko penyakit kronis, hingga deteksi potensi fraud dengan memanfaatkan teknologi digital.
Salah satu inovasi unggulan berbasis AI di tahun 2025 adalah Smart and Integrated Solution Customer Assistant JKN (SISCA-JKN). SISCA-JKN merupakan layanan AI yang dihadirkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta. Layanan ini dilengkapi dengan tiga avatar digital di Aplikasi Mobile JKN sebagai asisten cerdas yang bisa melayani interaksi berbasis teks (chat) maupun suara (voice command) hingga video.
Fitur ini sedang dalam tahap finalisasi pengembangan dan pengujian keandalan. Insya Allah, awal tahun 2026 akan dipersembahkan untuk seluruh peserta JKN di Indonesia.