23 April 2026
WhatsApp-Image-2024-10-10-at-7.45.15-PM_1.jpeg

Kunjungan Menteri PPN/Kepala Bappenas ke Unsoed: Apresiasi terhadap Inovasi Riset yang Mendukung Ketahanan Nasional

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof Dr Ir Rachmat Pambudy MS, memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi riset yang dikembangkan oleh Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Ia menilai bahwa hasil riset tersebut memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.

Kunjungan kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas dilakukan pada Jumat (23/1) di kampus Unsoed. Kedatangan Prof. Rachmat Pambudy disambut langsung oleh Rektor Unsoed, Prof Dr Ir Akhmad Sodiq MScAgr IPU ASEAN Eng, serta jajaran pimpinan universitas di Rektorat Lantai 3 Unsoed.

Dalam pertemuan tersebut, Rektor Unsoed memaparkan profil dan capaian institusi. Salah satu visi utama Unsoed adalah “Diakui dunia sebagai pusat pengembangan sumber daya perdesaan dan kearifan lokal.” Saat ini, Unsoed telah terakreditasi Unggul dan memiliki 105 program studi, dengan rincian 7 program studi terakreditasi internasional, 61 program studi berstatus Unggul, dan 2 program studi terakreditasi A.

Jumlah mahasiswa Unsoed mencapai 35.002 orang, termasuk 218 mahasiswa internasional. Proses pendidikan didukung oleh 1.353 dosen, dengan 139 di antaranya berstatus profesor, serta 1.149 tenaga kependidikan.

Inovasi Riset yang Mendukung Ketahanan Nasional

Rektor juga menyampaikan berbagai inovasi unggulan yang dikembangkan oleh Unsoed dan berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan dan energi nasional. Ada sebanyak 22 inovasi yang dipamerkan, antara lain:

  • Unsoed Closed House
  • Kandang ayam petelur Merah Putih
  • Pengembangan klaster peternakan sapi potong
  • Sapi Amanah Farm
  • Soedmastitest
  • Pearl Millet
  • Padi Protani
  • Padi Inpari Unsoed 79 Agritan
  • Kedelai Garuda Merah Putih
  • Pupuk NZEO-SRPlus dan NK
  • Nutrisi aeroponik benih kentang
  • Anggrek mutan

Selain itu, ada pula inovasi seperti Nanoenkapsulator, teknologi berdampak, Smart Greenhouse IoT-PLTS, sistem fertigasi otomatis berbasis IoT, pengawet alami kecombrang, Mocaf, Tangkis (pengawet nira), Stingless Bee Honey, Program SID Cetak Sawah Rakyat, hingga Bhakti Ketahanan Pangan 2025.

“Inovasi-inovasi tersebut dikembangkan oleh peneliti dari Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Biologi, dan Fakultas Teknologi Pertanian. Seluruhnya dirancang agar dapat diimplementasikan langsung oleh petani, peternak, dan pelaku UMKM pangan, khususnya di wilayah Banyumas dan sekitarnya,” ujar Rektor kepada Tribun Jateng.

Rencana Pengembangan Jangka Menengah Unsoed

Selain inovasi riset, Rektor Unsoed juga menyampaikan rencana pengembangan jangka menengah Unsoed periode 2026-2030. Rencana tersebut mencakup pembangunan Pusat Riset Genomik, Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Pangan, serta Rumah Sakit Pendidikan.

Menanggapi paparan tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Dr. Rachmat Pambudy menyampaikan apresiasi atas capaian dan inovasi yang telah dihasilkan Unsoed. Ia menilai Unsoed memiliki potensi besar dalam menghasilkan riset yang berdampak nyata bagi pembangunan nasional.

“Unsoed memiliki kekuatan riset yang luar biasa dan berperan penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Kami sangat mengapresiasi inovasi-inovasi yang dihasilkan serta peran Unsoed dalam mendidik putra-putri terbaik bangsa,” ungkap Prof. Rachmat.

Kunjungan kerja tersebut juga diisi dengan diskusi strategis terkait peluang kerja sama antara Unsoed dan Bappenas.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *