21 April 2026
cropped-download-12-2.png

Komitmen PLN dalam Menjaga Keberlanjutan Ekosistem

Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan, PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) kembali menunjukkan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan ekosistem melalui penanaman 3.000 pohon produktif di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini dilaksanakan pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia, 28 November 2025.

Penanaman pohon ini menjadi bagian dari gerakan nasional “Roots of Energy” yang dilakukan secara serentak oleh seluruh unit PLN se-Indonesia sebagai upaya pemulihan lingkungan yang terukur dan berbasis kolaborasi.

Jenis Pohon yang Ditanam

Sebanyak 1.000 pohon durian dan 2.000 pohon alpukat ditanam di kawasan catchment area PLTA Musi, Kabupaten Rejang Lebong. Pemilihan tanaman produktif bukan hanya untuk menghijaukan lahan, tetapi juga untuk memberikan manfaat ekonomi jangka menengah bagi masyarakat melalui konsep agroforestry.

Vegetasi baru diharapkan mampu memperkuat resapan air, mengurangi risiko erosi, sekaligus menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga sekitar ketika memasuki masa panen dalam beberapa tahun mendatang.

Peran PLN dalam Pemulihan Lingkungan

General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan energi. Ia menyatakan:

“Yang kami tanam hari ini bukan hanya bibit pohon, tetapi juga bibit harapan. Durian dan alpukat ini kelak diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus memperkuat fungsi ekologis kawasan PLTA Musi. Ketika lingkungan sehat, energi untuk masyarakat pun terjaga.”

Adhi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menuturkan bahwa upaya menjaga bumi adalah pekerjaan kolektif. PLN bersama pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat bergerak bersama agar apa yang ditanam hari ini benar-benar tumbuh dan memberi dampak nyata di tahun-tahun mendatang.

Dukungan dari Pemerintah Daerah

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Pemerintah Daerah Rejang Lebong. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rejang Lebong, Dr. M. Asli Samin, SKep., M.Kes., menilai kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan ekologis daerah. Ia menyatakan:

“Inisiatif PLN ini sangat relevan dengan kebutuhan pemulihan lahan dan penguatan daerah tangkapan air di Rejang Lebong. Penanaman pohon produktif seperti durian dan alpukat memberi dua manfaat sekaligus, yaitu: lingkungan pulih dan masyarakat terbantu. Kami menyambut baik kolaborasi ini karena dampaknya akan terasa dalam jangka panjang.”

Manfaat bagi Masyarakat Setempat

Manfaat program ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, terutama kelompok tani yang terlibat dalam proses penanaman sekaligus pemeliharaan. Ketua Kelompok Tani Tik Glicok, Sudir Harianto, mengungkapkan apresiasinya terhadap dukungan PLN.

“Bagi kami, pohon-pohon ini adalah kesempatan baru. Selain memperbaiki tanah di sekitar lahan kami, hasil panennya nanti bisa menambah penghasilan keluarga. Ini bukan hanya penghijauan, tapi juga membuka harapan ekonomi bagi petani di sini. Kami berkomitmen merawat pohon ini agar benar-benar tumbuh dan bermanfaat,” katanya.

Partisipasi Berbagai Pihak

Kegiatan penanaman ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Bukit Balai Rejang, perangkat kecamatan dan desa, unit-unit PLN anggota KORSI, hingga kelompok tani lokal.

Partisipasi masyarakat memegang peranan penting dalam memastikan keberlanjutan program, terutama dalam tahap pemeliharaan dan penyulaman tanaman selama beberapa bulan ke depan.

Upaya untuk Ketahanan Iklim

Penanaman 3.000 pohon ini sejalan dengan upaya peningkatan ketahanan daerah terhadap perubahan iklim sekaligus memastikan ketersediaan air yang stabil untuk mendukung operasional pembangkit listrik.

Dengan semangat Hari Menanam Pohon Indonesia, program “Roots of Energy” di Rejang Lebong diharapkan menjadi warisan hijau bagi generasi mendatang, pengingat bahwa keberlanjutan tidak lahir dari satu langkah besar, tetapi dari ribuan pohon yang tumbuh perlahan, membawa kesejukan, kehidupan, dan harapan baru bagi bumi serta masyarakat yang menggantungkan hidup padanya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *