22 April 2026
AA1Rq8vO.jpg

JAKARTA, Dewa News –
Banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa wilayah di Pulau Sumatera terus menimbulkan dampak serius. Jumlah korban meninggal dunia semakin bertambah, demikian pula jumlah warga yang masih hilang. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Minggu (30/11/2025), total 442 warga meninggal dan 402 orang masih hilang.

Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan bahwa data tersebut merupakan akumulasi dari tiga provinsi yang terdampak, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Ia menyampaikan bahwa jumlah korban jiwa di Aceh mencapai 96 orang dengan 75 orang masih hilang. Sementara itu, Sumatera Utara menjadi wilayah dengan korban meninggal terbanyak, yaitu sebanyak 217 orang dan 209 orang masih hilang.

Dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Suharyanto mengungkapkan bahwa sebagian besar korban ditemukan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Operasi pencarian terus dilakukan di wilayah tersebut untuk memastikan semua korban dapat ditemukan dan ditangani dengan baik.

Di Sumatera Barat, jumlah korban meninggal mencapai 129 orang dengan 118 orang masih hilang. Namun, situasi di provinsi ini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Suharyanto menyatakan bahwa kondisi di Sumatera Barat lebih stabil dibandingkan dua provinsi lainnya, terutama karena tidak adanya hujan dalam beberapa hari terakhir.

Selain itu, jumlah pengungsi di tiga provinsi tersebut juga terus bertambah. Warga yang sebelumnya tinggal di pengungsian mandiri kini beralih ke pos-pos pengungsian resmi. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah pengungsi yang membutuhkan bantuan logistik dan layanan dasar.

BNPB memastikan bahwa proses pencarian dan pertolongan tetap berlangsung di seluruh wilayah terdampak. Distribusi logistik terus dilakukan sambil bersamaan dengan upaya pembukaan akses transportasi darat yang terputus.

Pemerintah telah mengerahkan seluruh kekuatan nasional untuk menangani bencana ini. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat dalam memulihkan layanan dasar di daerah bencana. Dalam konferensi pers, ia menyampaikan bahwa pemulihan listrik, penyediaan BBM, serta logistik sedang dilakukan. Selain itu, pemerintah juga berupaya mempercepat pemulihan jalur darat, udara, dan laut.

Pratikno menekankan bahwa langkah percepatan tersebut dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh kekuatan nasional dikerahkan pada tahap tanggap darurat. Ia menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah meringankan beban masyarakat yang terkena dampak bencana.

Meskipun fokus pada penanganan darurat, pemerintah mulai menyiapkan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Termasuk dalam rencana tersebut adalah pembangunan hunian bagi korban bencana. Pratikno berharap agar tahap tanggap darurat segera selesai dan masuk ke tahap rehab-rekon sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Dalam kesempatan itu, Pratikno juga meminta masyarakat memahami berbagai kendala teknis yang dihadapi pemerintah dalam proses penanggulangan bencana di Sumatera. Ia berharap masyarakat dapat memberikan dukungan dan pengertian terhadap upaya pemerintah.

Tantangan distribusi logistik masih menjadi isu penting. Menko Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan bahwa di lapangan, tantangan yang dihadapi tidak ringan. Keterbatasan BBM untuk logistik dan genset, kerusakan jaringan listrik bertegangan tinggi, serta keterbatasan daya angkut helikopter membuat distribusi bantuan memerlukan waktu lebih lama.

Namun, AHY memastikan bahwa seluruh kementerian dan lembaga terkait terus bekerja keras untuk mempercepat pemulihan layanan dasar dan infrastruktur yang rusak. Ia juga berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan untuk memastikan operasional bandara, helikopter, dan armada udara, dengan dukungan TNI-Polri, guna dropping logistik dan bantuan medis.

Di sisi lain, pemerintah juga berkomunikasi intens dengan PLN dan Pertamina untuk memastikan ketersediaan listrik dan BBM bagi operasional di lapangan.

Untuk memenuhi kebutuhan korban terdampak, Badan Gizi Nasional (BGN) mengalihkan sementara dapur program makan bergizi gratis (MBG) di Aceh, Sumut, Sumbar menjadi posko tanggap darurat. Ketua Pelaksana Harian MBG Nanik S Deyang menyampaikan bahwa seluruh dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik BGN di tiga provinsi telah dialihkan menjadi dapur umum.

Ribuan paket makanan telah disalurkan dari berbagai SPPG (Sentra Produksi Pangan Gizi), meski masih ada sejumlah tantangan logistik, terutama di wilayah Kepulauan Nias karena akses pelabuhan yang sempat tertutup.

TNI dan Polri juga maksimalkan operasi kemanusiaan. TNI menegaskan bahwa pengerahan prajurit terus dilakukan tanpa menunggu penetapan status bencana nasional bagi banjir dan longsor di Sumatera. Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Kristomei Sianturi Donny menyampaikan bahwa apapun statusnya, prajurit TNI AD akan terus bersama rakyat di garis depan penanggulangan bencana.

TNI AD telah menurunkan lebih dari 21.000 personel serta berbagai sarana untuk evakuasi dan pembukaan akses wilayah terisolasi. Langkah serupa juga dilakukan TNI AL, TNI AU, dan Polri dengan mengerahkan kekuatan penuh di tiga provinsi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa personel diturunkan untuk menjangkau daerah yang terisolasi akibat akses terputus. Jajaran Polri menurunkan bantuan untuk operasi kemanusiaan ini, mulai dari menurunkan personel untuk masuk ke wilayah-wilayah yang terisolir. Polri turut mengoptimalkan armada udara dan laut untuk mempercepat distribusi bantuan.

Upaya pencarian korban hilang, pemulihan layanan publik, serta pengiriman logistik masih terus dilakukan pemerintah pusat bersama aparat TNI-Polri dan lembaga lainnya. Operasi kemanusiaan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *