27 April 2026
AA1HVKV5.jpg


Dewa News

– Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali telah menerima KRI Brawijaya-320 dari perusahaan asal Italia, Fincantieri. Serah terima kapal perang baru tersebut berlangsung di galangan kapal milik Fincantieri yang berada di Muggiano, Italia pada Rabu (2/7).

Berdasar spesifikasi yang diungkap oleh TNI AL, KRI Brawijaya akan menjadi kapal Offshore Patrol Vessels atau Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA). Namun dengan desain menitikberatkan pada fleksibilitas, modularitas dan skalabilitas, kapal tersebut memungkinkan dikonfigurasi untuk memenuhi persyaratan teknis dan peran operasional Angkatan Laut modern. Sehingga kapal itu bisa dipakai sebagai frigate.

KRI Brawijaya-320 memiliki panjang 143 meter, mampu berlayar dengan kecepatan maksimal 32 knot, dan bisa membawa 171 awak atau kru. Oleh TNI AL, kapal tersebut akan diandalkan sebagai kapal fregat dengan kemampuan khusus peperangan anti serangan udara atau anti air warfare (AAW).

Selain itu, KRI Brawijaya-320 juga dilengkapi sistem navigasi modern dan combat system yang terintegrasi. Combat system itu mencakup   kontrol combat management system (CMS), sensor, senjata, komunikasi, dan navigasi sistem yang terhubung melalui jaringan kecepatan data tinggi.

”Kapal perang ini sangat tepat dimiliki oleh Indonesia yang memiliki wilayah laut yang sangat luas,” ungkap Laksamana Ali dalam keterangan resmi pada Kamis (3/7).

Sebagaimana disampaikan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dalam amanat tertulis yang dia titipkan kepada Laksamana Ali, Pemerintah Indonesia ingin kapal perang tersebut menjadi salah satu alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL yang dapat memegang peran strategis dalam meningkatkan kemampuan pertahanan maritim Indonesia.

”Kapal ini tidak hanya menambah armada Angkatan Laut Indonesia, tetapi juga merupakan langkah signifikan dalam modernisasi alutsista Indonesia,” kata Ali saat membacakan amanat tertulis Sjafrie.

Selain KRI Brawijaya-320, dalam paket pengadaan yang sama Kemhan juga membeli satu unit kapal lainya. Kapal tersebut diberi nama KRI Prabu Siliwangi-321. Kedua kapal tersebut akan memperkuat TNI AL untuk melaksanakan tugas menjaga dan menegakan kedaulatan Indonesia, khususnya kedaulatan di wilayah Perairan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *