23 April 2026
AA1HVQTu.jpg


Dewa News

Dunia sepak bola tengah diliputi duka mendalam setelah penyerang Liverpool, Diogo Jota, dan adiknya, André Silva, meninggal dunia dalam kecelakaan mobil tragis di Zamora, Spanyol, pada Kamis (3/7).

Mobil yang ditumpangi keduanya dilaporkan keluar dari jalan dan terbakar hebat di Provinsi Zamora, wilayah utara Spanyol. Kedua bersaudara itu dinyatakan tewas di lokasi kejadian.

Kejadian memilukan ini terjadi kurang dari dua minggu setelah Jota resmi menikahi kekasih masa kecilnya, Rute Cardoso.

Liverpool FC mengeluarkan pernyataan resmi menyebut bahwa klub sangat terpukul atas kehilangan yang tak terbayangkan ini.

“Kami sangat hancur mendengar kabar duka ini. Doa kami menyertai keluarga dan orang-orang terdekat Diogo dan André,” tulis klub.

Jota bergabung dengan Liverpool dari Wolverhampton Wanderers pada 2020 dan mencetak 65 gol dalam 182 penampilan untuk The Reds. Dia membantu Liverpool meraih berbagai trofi, termasuk gelar Liga Inggris.

Kepergian tragis Jota dalam kecelakaan mobil itu meninggalkan duka mendalam bagi Rute dan ketiga anak mereka yang masih kecil. Dia pergi di usia 28 tahun, hanya dua pekan setelah resmi menikah, dan kini keluarga kecil yang dibangunnya harus melanjutkan hidup tanpa kehadirannya.

Jota dan sang istri, Rute Cardoso, telah bersama sejak 2012. Keduanya adalah teman masa sekolah di Porto dan akhirnya menikah pada 22 Juni 2025, di kampung halaman mereka.

Dari hubungan itu, mereka dikaruniai tiga anak dua putra bernama Dinis (lahir 2021) dan Duarte (lahir 2023), serta seorang putri yang lahir pada 2024, meskipun namanya belum dipublikasikan.

Rute kerap membagikan momen kebersamaan keluarga mereka di media sosial, termasuk saat mengikuti Jota bertanding untuk klub dan negara. Dalam unggahan terakhir sebelum tragedi terjadi, Jota menuliskan

caption

menyentuh di video pernikahannya.

“Hari yang tak akan pernah kami lupakan,” tulis dia.

Hanya dua hari sebelum kecelakaan, Rute mengunggah foto pernikahan dengan keterangan

Mimpiku jadi kenyataan. Y

ang dibalas Jota dengan kalimat mengharukan.

“Tapi akulah yang paling beruntung,” ungkap Jota.

Namun kini, semua momen bahagia yang pernah mereka lalui hanyalah tinggal kenangan.

Kisah hidup Jota dikenal menginspirasi. Tidak seperti banyak pemain profesional yang masuk akademi besar sejak usia dini, Jota baru bermain untuk klub profesional di usia 16 tahun, saat bergabung dengan Pacos de Ferreira. Sebelumnya, dia bermain untuk klub lokal kecil, Gondomar.

Dalam wawancara dengan

Sky Sports

pada 2022, Jota mengaku bahwa orang tuanya, Joaquim dan Isabel, adalah penyokong utama mimpinya menjadi pesepak bola.

“Saat itu bukan saya yang membayar biaya latihan, tapi orang tua saya. Di Portugal, berbeda dengan Inggris. Saya harus membayar tiap bulan untuk bisa bermain,” ungkap Jota.

Baru setelah bergabung dengan Pacos pada 2013, Jota mulai menerima gaji sebagai pemain sepak bola.

Kepergian Diogo Jota dan André Silva bukan hanya meninggalkan luka bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia sepak bola yang kehilangan sosok pemain berbakat dan pribadi yang hangat. Kisah cinta Jota dan Rute yang penuh kesetiaan dan kehangatan kini menjadi kenangan abadi yang akan terus hidup dalam ingatan banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *