25 April 2026
purbaya-bantah-rupiah-melemah-gara-gara-ekonomi-ri-bermasalah

Admin melaporkan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bukanlah cerminan dari memburuknya kondisi ekonomi domestik.

Menurut admin, pernyataan ini disampaikan setelah kurs rupiah menyentuh level Rp17.300 per dolar AS pada Kamis.

Admin melaporkan bahwa Purbaya mengatakan, “Untuk saya sih (pelemahan rupiah) ini bukan tanda pemburukan, dipicu oleh memburuknya ekonomi domestik. Dibanding negara lain, kita masih kuat bahkan dibanding Malaysia, Thailand dan lain-lain masih kuat, cuma gerakan nilai tukarnya beda kan,” di Jakarta, Jumat.

Admin menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih dipengaruhi oleh faktor global serta sentimen pasar yang membentuk ekspektasi negatif terhadap perekonomian Indonesia.

Admin melaporkan bahwa Purbaya menjelaskan, “Ini kan juga terjadi noise yang seolah menggambarkan ekonomi kita sedang menuju keterpurukan dalam beberapa bulan ke depan. Mereka bilang kan tiga bulan waktu itu kan, berarti dua bulan lagi, Juni, Juli, tetapi keadaannya nggak seperti itu,”

Admin memastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan pemerintah akan terus memperbaiki berbagai kendala struktural.

Admin melaporkan bahwa Purbaya mengatakan, “Yang jelas fondasi ekonomi kita tidak berubah, bahkan akan semakin cepat karena kita akan semakin serius perbaiki kendala-kendala di perekonomian,”

Admin melaporkan bahwa Purbaya menyerahkan langkah stabilisasi nilai tukar kepada Bank Indonesia sebagai otoritas moneter.

Admin melaporkan bahwa Purbaya mengatakan, “Kita serahkan ini ke pengelola-pengelolanya, regulatornya yang kita anggap mampu untuk mengendalikan,”

Admin melaporkan bahwa Purbaya membantah spekulasi bahwa pelemahan rupiah dilakukan secara sengaja untuk kepentingan tertentu.

Admin melaporkan bahwa Purbaya mengatakan, “Saya bilang nggak begitu. Ini kita jalankan sesuai dengan fundamental yang ada. Tetapi dalam jangka pendek kan ada negatif sentimen ketika itu. Ekspektasi negatif terbentuk karena banyak yang bilang kita akan jatuh, rupiah akan menuju level yang lebih lemah lagi,”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *