22 April 2026
AA219K2o.jpg

Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4 Dimulai, Tantangan dan Peluang yang Menanti

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) telah memulai eksekusi pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 4. Proyek ini memiliki kapasitas sebesar 55 megawatt (MW) dan akan berlokasi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai dan Margabayur, Sumatra Selatan. Penandatanganan awal proyek dilakukan melalui kick off meeting pada Rabu (15/4/2026), yang menandai langkah penting dalam rencana pengembangan jangka panjang PGE untuk mendukung transisi energi bersih nasional.

Proses pengembangan proyek ini mencakup beberapa tahapan, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penerbitan notice of resource confirmation (NORC). Target penyelesaian proyek direncanakan selesai pada Oktober 2027. Dalam tahap awal, PGE akan melakukan pengeboran tiga sumur eksplorasi dengan estimasi investasi sebesar US$32,21 juta atau sekitar Rp553,37 miliar (asumsi kurs Rp17.180 per US$).

Direktur Utama PGE Ahmad Yani menyatakan bahwa proyek ini tidak hanya bertujuan untuk menambah kapasitas terpasang, tetapi juga mencerminkan komitmen Perseroan dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi bersih serta meningkatkan keandalan portofolio panas bumi nasional. Lebih dari itu, proyek ini menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian target bauran energi nasional serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam mewujudkan net zero emissions.

Dari sisi teknis, WKP Lumut Balai memiliki area sumber daya panas bumi yang luas, berkisar antara 22 hingga 66 km2. Hasil studi geosains dan simulasi reservoir terbaru menunjukkan bahwa cadangan existing mampu mendukung pengembangan tambahan kapasitas 55 MW pada Unit 4.

Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4 ditargetkan beroperasi secara penuh (commercial operation date/COD) pada 2032, sehingga menambah total kapasitas PGE Area Lumut Balai menjadi 220 MW, setelah PLTP Lumut Balai Unit 3 diharapkan beroperasi pada 2030.

Direktur Eksplorasi & Pengembangan PGE Edwil Suzandi menegaskan bahwa lokasi pengeboran berada di area yang sangat prospektif secara geologi. “Area eksplorasi ini terletak di sekitar zona upflow utama dengan karakteristik permeabilitas tinggi yang telah terverifikasi melalui berbagai kajian geosains dan studi teknis secara komprehensif. Dengan dukungan data teknis tersebut, pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 4 ke depan diharapkan dapat berjalan lebih terarah, efisien, dan memiliki tingkat keberhasilan yang lebih terukur,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho menegaskan bahwa proyek ini juga akan berkontribusi pada optimalisasi pengelolaan wilayah kerja panas bumi secara keseluruhan. “Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4 menjadi langkah strategis untuk meningkatkan cadangan terbukti sekaligus memastikan keberlanjutan pengembangan WKP Lumut Balai. Eksplorasi ini berperan penting dalam mendorong realisasi target pengembangan 1 gigawatt (GW) sebagai bagian dari strategi ekspansi PGE,” ungkapnya.

Proyek Lumut Balai Unit 4 telah tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Secara komersial, proyek ini memiliki prospek yang kuat dengan tersedianya power purchase agreement (PPA) ditambah skema eskalasi. Selain itu, pertumbuhan kebutuhan listrik di Provinsi Sumatra Selatan yang diproyeksikan mencapai 6,072 persen per tahun turut menjadi faktor pendukung utama bagi pengembangan proyek ini.

Melalui kombinasi kesiapan teknis, prospek komersial yang kuat, serta dukungan kebijakan nasional, PGE optimistis pengembangan Lumut Balai Unit 4 akan memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat ketahanan energi nasional berbasis energi bersih yang andal dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *