21 April 2026
antarafoto-bangunan-sd-di-ngawi-rusak-090822-abs-2.jpg

Kondisi Sekolah SDN Mencon yang Memprihatinkan

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mencon di Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, kini menjadi perhatian masyarakat setelah sebagian besar bangunan sekolah mengalami kerusakan parah. Akibatnya, para siswa dari empat kelas terpaksa melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di berbagai tempat pengungsian, seperti rumah warga dan kantor desa.

Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras pada Sabtu (11/4/2026) malam menyebabkan atap bangunan sekolah ambruk. Hingga saat ini, sekitar 90 persen bangunan sekolah mengalami kerusakan serius. Meski tidak ada korban jiwa, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan siswa dan guru.

Tempat KBM Sementara

Kepala SDN Mencon, Muhammad Yasin Amin, menjelaskan bahwa kondisi bangunan sekolah sudah sangat lapuk dan tidak lagi aman untuk digunakan. Ia menyampaikan bahwa kejadian ambruknya atap terjadi pada malam hari, sehingga tidak menyebabkan korban jiwa. Saat ini, hanya siswa kelas V dan VI yang masih bertahan di gedung sekolah utama. Sementara itu, empat kelas lainnya tersebar di beberapa titik pengungsian:

  • Kelas I: Balai Desa Mencon
  • Kelas II: Rumah Perangkat Desa
  • Kelas III: Rumah Wali Kelas
  • Kelas IV: Kantor Pemerintah Desa (Pemdes) Mencon

Masalah Jangka Panjang

Masalah ini bukanlah hal baru bagi SDN Mencon. Pihak sekolah telah lama melaporkan kerusakan melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sejak empat tahun lalu. Berdasarkan pembaruan terakhir, SDN Mencon telah masuk dalam daftar rehabilitasi dan dijadwalkan menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun 2026.

Namun, Yasin mengatakan bahwa perbaikan tidak cukup hanya pada atap. “Kondisi tanah di sini rawan geser. Kami berharap pembangunan dilakukan secara total 100 persen, tidak hanya atapnya saja, karena tembok kelas lainnya sudah mulai retak,” ujarnya.

Respons Pemerintah Daerah

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, telah meninjau lokasi SDN Mencon dan membentuk tim survei sekolah untuk mengevaluasi kelayakan bangunan sekolah di seluruh wilayah Pati. Ia menjelaskan bahwa evaluasi akan dimulai pada Senin, mengingat banyak sekolah di Pati yang bangunannya sudah tua dan berusia sejak zaman Inpres.

“Karena kita ketahui bersama, masih banyak sekolah di Pati yang bangunannya sejak zaman Inpres. Terkait kejadian di Mencon, penyebabnya karena hujan lebat dan penopang bangunan yang sudah lapuk,” jelas dia.

Pengalaman Siswa

Kondisi ini juga memicu kesedihan bagi para siswa. Salah satunya adalah Ikhsan, siswa kelas III, yang mengaku merasa tidak nyaman belajar di tempat pengungsian karena fasilitas yang terbatas. “Belajarnya tidak nyaman, harus lesehan, terasa panas dan sempit-sempitan. Saya berharap sekolah segera diperbaiki agar bisa belajar normal lagi,” ungkap Ikhsan.

Tantangan dan Harapan

Masalah yang dihadapi SDN Mencon tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga dampaknya terhadap proses belajar mengajar. Para siswa dan guru kini harus beradaptasi dengan kondisi yang tidak ideal. Namun, harapan besar masih ada, baik dari pihak sekolah maupun masyarakat setempat, bahwa perbaikan segera dilakukan agar lingkungan belajar dapat kembali kondusif dan aman.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *