21 April 2026
AA20IpJz.jpg

Pengukuhan 10 Guru Besar Tetap di Universitas Udayana

Universitas Udayana (Unud) baru saja mengukuhkan 10 Guru Besar Tetap dalam sebuah upacara yang berlangsung di Gedung Auditorium Widya Sabha, Kampus Jimbaran, pada hari Sabtu (11/4). Upacara ini menjadi momen penting dalam sejarah kampus, yang menandai peningkatan kualitas sumber daya manusia dan komitmen untuk terus berkembang.

Rektor Unud, Prof Ketut Sudarsana, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pengukuhan tersebut. Ia menekankan bahwa peran Guru Besar sangat vital dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat. “Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di Universitas Udayana. Pengukuhan ini sekaligus mendukung terwujudnya visi universitas yang unggul, mandiri, dan berbudaya,” ujarnya.

Peran Guru Besar dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Guru Besar yang dikukuhkan berasal dari berbagai fakultas di Unud. Tiga orang berasal dari Fakultas Kedokteran, empat orang dari Fakultas Kedokteran Hewan, satu orang dari Fakultas Teknik, serta dua orang dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Dengan tambahan 10 profesor ini, total jumlah Guru Besar di lingkungan Unud mencapai 255 orang. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan pengukuhan sebelumnya pada Desember 2025 yang hanya mengukuhkan tujuh Guru Besar.

Rektor Unud menilai bahwa angka ini akan terus bertambah. Saat ini, terdapat potensi besar dari para dosen dengan jabatan Lektor Kepala untuk segera mencapai gelar Guru Besar. Hal ini didukung oleh data SDM yang menunjukkan bahwa dari total 1.670 tenaga pendidik di Unud, sebanyak 275 orang telah bergelar doktor dengan jabatan Lektor, serta 229 orang menjabat Lektor Kepala. Data ini menjadi modal kuat untuk meningkatkan jumlah profesor di masa mendatang.

Sebaran Guru Besar di Berbagai Fakultas

Sebaran Guru Besar di masing-masing fakultas menunjukkan kontribusi yang beragam. Fakultas Teknik menjadi penyumbang terbesar, diikuti oleh Fakultas Kedokteran, Pertanian, dan Ilmu Budaya. Rektor menegaskan bahwa menjadi Guru Besar bukan hanya pencapaian akademik tertinggi, tetapi juga amanah sebagai pendidik, peneliti, dan pengabdi masyarakat.

Menurutnya, kontribusi Guru Besar sangat dinantikan, baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan maupun dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap Guru Besar yang baru dikukuhkan dapat menjadi teladan serta mampu menginspirasi sivitas akademika lainnya untuk terus berprestasi dan meraih jabatan akademik tertinggi.

Komitmen untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Pengukuhan 10 Guru Besar Tetap ini tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga menjadi awal dari langkah-langkah strategis yang akan dilakukan oleh Unud. Dengan adanya guru-guru besar yang lebih banyak, kampus ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dan berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa.

Dalam rangkaian kegiatan ini, juga terlihat antusiasme dari seluruh sivitas akademika, yang menyaksikan prosesi pengukuhan dengan penuh harapan. Semangat untuk terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat akan terus menjadi arah utama dari Unud dalam menjalani misinya sebagai universitas yang mandiri dan berbudaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *