BBRI Siap Bagikan Dividen Jumbo untuk Pemegang Saham
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan membagikan dividen besar kepada para pemegang sahamnya. Hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Jumat (10/4) menunjukkan bahwa BBRI sepakat untuk membagikan dividen sebesar Rp 52,1 triliun untuk tahun buku 2025.
Dividen yang dibagikan ini tergolong besar dengan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) sebesar 92%, meningkat dari 86% pada tahun buku 2024. Dengan perhitungan tersebut, setiap satu lembar saham BBRI akan mendapatkan dividen sebesar Rp 345,98 per saham.
Sebelumnya, BBRI juga telah membagikan dividen interim sebesar Rp 20,6 triliun pada 15 Januari lalu. Dengan demikian, dividen final yang akan diterima oleh pemegang saham adalah sebesar Rp 209 per saham. Menurut informasi dari Stockbit Sekuritas, BBRI telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp 137 per saham pada Januari 2026.
Kinerja Keuangan BBRI
Meski rasio pembayaran dividen BBRI meningkat, kinerja keuangan perseroan tidak lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih BBRI secara konsolidasi pada tahun 2025 mencapai Rp 57,13 triliun, turun 5,26% dibandingkan laba bersih tahun 2024 sebesar Rp 60,30 triliun.
Penurunan ini disebabkan oleh kenaikan biaya pencadangan atau impairment sebesar 20,8% menjadi Rp 46,09 triliun. Meskipun begitu, penyaluran kredit BRI secara konsolidasian mencapai Rp 1.521 triliun, tumbuh 12,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan bunga naik 4,27% dari Rp 199,26 triliun pada 2024 menjadi Rp 207,78 triliun pada 2025. Demikian pula dengan beban bunga yang meningkat dari Rp 56,6 triliun menjadi Rp 57,24 triliun. Pendapatan bunga bersih pun tercatat naik 5,5% menjadi Rp 150,5 triliun.
Margin bunga bersih atau net interest margin BRI mengalami penurunan dari 6,75% menjadi 6,54%. Di sisi kualitas kredit, NPL gross BRI tercatat sebesar 3,29%, meningkat dari 2,94%, sedangkan NPL net berada di level 0,96% dari sebelumnya 0,75%.
Struktur Permodalan dan Target Jangka Panjang
Berdasarkan annual general meeting BBRI, perusahaan berkomitmen untuk menjaga struktur permodalan yang kuat. Hal ini tercermin dari rasio kecukupan modal (CAR) yang berada di atas ketentuan minimum regulasi sebesar 14,70% serta sejalan dengan risk appetite perusahaan di level 17%.
Dalam jangka panjang, BBRI menargetkan untuk mempertahankan CAR di kisaran 20% seiring meningkatkan nilai dividen per saham (DPS). “Kondisi ini memungkinkan BRI untuk membagikan dividen dengan nilai dividen per saham (DPS) yang secara konsisten memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham,” tulis manajemen BBRI dikutip Kamis (26/3).
Performa Harga Saham dan Yield Dividen
Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham BBRI ditutup di Rp 3.390. Dengan begitu yield dividen BBRI akan berada di kisaran 6%.
Selain itu, dana pihak ketiga BRI tercatat sebesar Rp 1.466 triliun dan komposisi CASA mencapai 70,61%. Di sisi lain, fungsi intermediasi BBRI tercatat meningkat dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 91,96%, dibandingkan tahun sebelumnya di level 89,39%.
Kesimpulan
BBRI menunjukkan komitmennya untuk tetap memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham melalui pembagian dividen yang besar. Meskipun kinerja keuangan mengalami penurunan, perusahaan tetap menjaga struktur permodalan yang kuat dan menargetkan pertumbuhan jangka panjang. Dengan pendapatan bunga yang meningkat dan penyaluran kredit yang stabil, BBRI terus berupaya untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia.