22 April 2026
AA1XvKgb.jpg

Pemerintah Iran dikabarkan sedang melakukan pemulihan terhadap bunker-bunker misil yang telah rusak akibat serangan dari Amerika Serikat dan Israel. Proses perbaikan tersebut dilakukan dalam waktu singkat, hanya beberapa jam setelah serangan terjadi.

Salah satu bunker yang menjadi fokus adalah basis misil Yazd yang memiliki sistem rel otomatis. Rel-rel ini menghubungkan area perkumpulan, tempat penyimpanan senjata, serta beberapa jalan keluar tersembunyi. Dengan sistem seperti ini, pihak Iran mampu memindahkan senjata dengan cepat dan aman, bahkan setelah terjadi serangan.

Laporan intelijen yang diterbitkan oleh New York Times menyebutkan bahwa Iran masih memiliki persenjataan yang cukup besar. Selain itu, mereka juga mampu memperbaiki lokasi penyimpanan senjata yang telah diserang. Hal ini menunjukkan bahwa Iran tidak hanya berfokus pada pembangunan senjata baru, tetapi juga pada kemampuan untuk memulihkan infrastruktur yang rusak.

Bunker-bunker yang diserang Negeri Paman Sam dan Israel terletak di dalam pegunungan granit. Batuan ini memiliki kemampuan untuk menahan serangan senjata anti-bunker seperti GBU-57 Massive Ordnance Penetrator. Kekuatan batuan granit ini membuat serangan udara menjadi kurang efektif dalam merusak struktur bawah tanah.

Presiden Amerika Serikat, Donald J Trump, mencatat bahwa negaranya telah menyerang lebih dari 13.000 target sejak akhir Februari 2026. Namun, laporan New York Times menyebutkan bahwa pemerintah AS belum bisa memberikan angka pasti tentang jumlah peluncur misil yang berhasil dihancurkan di Iran.

Menurut laporan tersebut, peluncur misil Iran dapat dipulihkan dengan cepat dari puing-puing basis militer. Banyak lokasi penyimpanan misil bawah tanah dibangun di dalam gunung, sehingga melindungi senjata dari serangan udara.

Selama bertahun-tahun, pemerintah Iran telah membangun penyimpanan senjata di dalam pegunungan. Tujuan utamanya adalah untuk melindungi senjata dari ancaman udara. Analis Shanaka Anslem Perera menjelaskan bahwa geologi Iran menjadi benteng alami yang sulit dihancurkan.

“Geologi Iran sudah ada selama 300 juta tahun. Sistem rel di dalam lokasi penyimpanan senjata Iran tidak peduli berapa banyak jalan keluar yang ditutup. Pertahanan Iran adalah geologi,” ujar Perera.

Batuan granit yang ada di Iran memiliki kemampuan untuk menyerap dan menyebarkan energi ledakan dari senjata Amerika Serikat dan Israel. Akibatnya, jenis batuan ini mengurangi efektivitas senjata berenergi tinggi.

Menurut Royal United Services Institute (RUSI), diperlukan beberapa serangan di titik yang sama untuk menembus fasilitas bawah tanah Iran. Selain itu, tentara Amerika Serikat dan Israel membutuhkan tata letak internal yang detail dan serangan lanjutan agar dapat mencegah perbaikan cepat oleh pihak Iran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *