Warga Protes RSUP Ambon Setelah Balita Meninggal Dunia Saat Perawatan
Puluhan warga di Kota Ambon, Maluku, melakukan aksi protes terhadap Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Johanes Leimena setelah seorang balita berusia dua tahun meninggal dunia dalam proses perawatan. Aksi ini dilakukan pada Jumat malam (3/4/2026) sebagai bentuk kekecewaan terhadap pelayanan medis yang dinilai lamban dan tidak optimal.
Korban, yang dikenal dengan inisial AW (2), telah menjalani perawatan sejak Senin (30/3/2026) akibat penumpukan cairan di bagian perut. Namun, keluarga menilai bahwa tidak ada tindakan serius yang dilakukan oleh tenaga medis sejak awal.
Gani Purbaya Wowotubun, ayah dari korban, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan rumah sakit tersebut. Ia menyebut bahwa anaknya hanya mendapatkan suntikan penghilang rasa sakit tanpa adanya penanganan lanjutan.
“Sejak masuk di IGD, anak saya hanya mendapat suntikan penghilang rasa sakit. Tidak ada penanganan lanjut,” ujar Gani kepada wartawan di lokasi kejadian.
Ia juga menyampaikan rasa kecewa karena mengharapkan rumah sakit rujukan seperti RSUP mampu memberikan layanan terbaik. Namun, nyawa anaknya justru tak bisa diselamatkan.
“Beta (saya) yakin rumah sakit yang besar ini bisa selamatkan beta punya anak, tapi ternyata tidak bisa,” tambahnya.
Kekecewaan serupa juga disampaikan oleh keluarga lainnya. Risky Rahakbauw, kerabat korban, menyebut bahwa kematian adiknya disebabkan oleh keterlambatan dan kelalaian dalam penanganan medis.
“Kami keluarga merasa kecewa atas kematian adik kami, karena pelayanan dan juga petugas dalam penanganan pasien, dikarenakan kelalaian dan terkesan lambat dalam penanganan kepada adik perempuan kami,” ujar Risky.
Aksi protes sempat memanas, namun situasi tetap terkendali berkat pengawalan petugas keamanan rumah sakit dan aparat kepolisian.
Pemerintah Provinsi Maluku Turun Tangan
Menanggapi insiden tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku menyatakan akan segera melakukan koordinasi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini. Juru Bicara Gubernur Maluku, Kasrul Selang, menegaskan bahwa pihaknya akan meminta klarifikasi langsung dari manajemen rumah sakit.
“Ini kan bukan rumah sakit milik provinsi jadi kita harus tanyakan lagi ke mereka apa penyebabnya. RSUP itu langsung dibawa Kementerian Kesehatan jadi nanti besok kita koordinasi dengan mereka kita cek dulu apa penyebabnya,” ujarnya saat dimintai tanggapannya.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa pihak daerah tetap memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan baik meskipun pengelolaan RSUP berada di bawah pemerintah pusat.
“Karena kita ingin memastikan semua orang Maluku harus mendapat pelayanan yang baik di rumah sakit itu,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Maluku juga menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. Mereka berharap agar ke depan terjadi perbaikan pelayanan yang lebih baik lagi.
“Pemerintah provinsi Maluku menyampaikan rasa belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan berharap agar ke depan ada upaya perbaikan pelayanan yang lebih baik lagi,” harap Kasrul.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUP dr. Johanes Leimena Ambon belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.