22 April 2026
AA20dAVx.jpg

Pemerintah Indonesia Siap Ekspor Pupuk Urea ke Tiga Negara

Di tengah situasi geopolitik yang sedang memanas akibat penutupan Selat Hormuz, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa tiga negara telah mengajukan permintaan impor pupuk urea dari Indonesia. Hal ini menunjukkan posisi kuat Indonesia sebagai produsen pupuk global yang strategis.

“Kita akan ekspor pupuk urea karena kita produsen urea, beberapa negara sudah meminta. Ada tiga negara meminta,” ujar Mentan saat berada di Makassar, Minggu (5/4/2026). Namun, dia belum menyebutkan secara rinci negara-negara mana saja yang meminta impor tersebut. Menurutnya, proses negosiasi masih berlangsung dan pihaknya berharap kesepakatan yang dicapai dapat memberikan nilai tambah dan keuntungan optimal bagi Indonesia.

“Ya nanti, kan ini masih nego [negosiasi], supaya harga kita agak lebih bagus,” tambah Amran.

Ketersediaan Pupuk Terjaga Hingga Saat Ini

Lebih lanjut, Mentan menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan langkah-langkah strategis sejak awal tahun untuk mengamankan pasokan pupuk. Hal ini dilakukan melalui pembelian bahan baku, sehingga ketersediaan pupuk nasional tetap terjaga hingga saat ini.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memiliki insting kuat dalam menjaga ketahanan sektor pertanian. Termasuk dalam hal ini adalah memastikan ketersediaan sarana produksi di tengah dinamika global.

Amran juga menegaskan bahwa ketegangan politik di kawasan Timur Tengah tidak berdampak signifikan terhadap harga pangan di Indonesia. Ia menyatakan bahwa stok beras nasional saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Stok tersebut mencapai 4,5 juta ton, yang aman hingga 11 bulan ke depan.

Prioritas Utama: Memenuhi Kebutuhan Dalam Negeri

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menyatakan bahwa ekspor pupuk urea tetap dilakukan selama kebutuhan domestik terpenuhi. Ia menekankan bahwa prioritas utama tetaplah menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan bagi sektor pertanian nasional.

“Yang penting Indonesia aman dulu baru ekspor,” ujar Rahmad usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Dalam kondisi saat ini, Indonesia masih mampu mengekspor pupuk urea guna membantu memenuhi kebutuhan negara-negara tetangga yang mengalami keterbatasan pasokan di tengah penutupan Selat Hormuz akibat gejolak global Timur Tengah.

Negara Tujuan Ekspor dan Kapasitas Produksi

Rahmad menyebutkan bahwa negara tujuan ekspor pupuk urea Indonesia selama ini antara lain Australia, India, serta Filipina. Ia juga menjelaskan bahwa kapasitas produksi pupuk urea secara nasional mencapai 8,8 juta ton secara operasional, meskipun kapasitas terpasang sebesar 9,4 juta ton.

Meskipun harga urea global meningkat tajam dari sekitar 400 dolar AS per ton menjadi 800 dolar AS per ton, Indonesia tetap aman karena sebagian besar kebutuhan dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Kuota Ekspor Fleksibel Sesuai Kondisi Pasokan Domestik

Terkait kuota ekspor, Pupuk Indonesia menyebutkan jumlahnya berkisar sekitar 1,5 juta ton. Namun, penyalurannya tetap fleksibel mengikuti kondisi pasokan domestik. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan dalam negeri dan peluang ekspor yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *