DPRD Solo Kembali Soroti Kinerja PAD yang Belum Mencapai Target
Dalam rapat paripurna DPRD Kota Solo dengan agenda penyampaian Nota Penjelasan Wali Kota terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Solo kembali menjadi perhatian utama. Sejumlah fraksi di DPRD memberikan catatan kritis terhadap capaian PAD dan serapan anggaran yang belum maksimal.
Ketua DPRD Kota Solo Budi Prasetyo menyampaikan bahwa mayoritas fraksi menyoroti capaian PAD yang masih di bawah target. Hal ini menjadi catatan penting karena terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah kota agar tidak terus berulang.
Pihak DPRD akan membentuk panitia khusus (Pansus) untuk membahas lebih rinci LKPJ tersebut. Pansus nantinya akan bekerja bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna mengidentifikasi kendala serta merumuskan langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan daerah.
- Pansus akan mendalami berbagai aspek, termasuk potensi yang belum tergarap secara optimal. Hasilnya berupa rekomendasi yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintah kota.
DPRD berharap melalui pembahasan LKPJ dan kerja pansus, kinerja keuangan daerah ke depan dapat lebih efektif dan mampu memenuhi target yang telah ditetapkan. Selain itu, sinergi antara legislatif dan eksekutif dinilai menjadi kunci dalam mendorong peningkatan PAD secara berkelanjutan.
Data Realisasi PAD dan Belanja Daerah
Berdasarkan data dalam LKPJ 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah Kota Solo mencapai Rp 2,22 triliun dari target Rp 2,23 triliun atau sekitar 94,40 persen. Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat Rp 2,12 triliun dari rencana Rp 2,34 triliun atau sekitar 90,34 persen.
Di sisi lain, pembiayaan daerah menunjukkan capaian hampir sempurna. Dari target penerimaan pembiayaan sebesar Rp 109 miliar, realisasinya mencapai 99,95 persen.
Upaya Pemerintah Kota untuk Meningkatkan PAD
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyatakan pemerintah kota akan melakukan berbagai upaya optimalisasi untuk meningkatkan PAD. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah memperkuat kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) serta menggali sumber-sumber pendapatan baru yang potensial.
- Kami akan mengoptimalkan kinerja OPD, khususnya Bapenda, agar capaian PAD bisa lebih maksimal. Namun, upaya ini tetap harus sejalan dengan upaya menjaga stabilitas inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menambahkan, pemerintah kota juga akan meningkatkan pengawasan terhadap sektor-sektor penyumbang PAD, termasuk pajak dan retribusi daerah, guna memastikan potensi pendapatan dapat terealisasi secara optimal.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun ada beberapa tantangan dalam pencapaian PAD, pihak DPRD dan pemerintah kota sama-sama memiliki harapan untuk meningkatkan kinerja keuangan daerah. Dengan kolaborasi yang baik antara legislatif dan eksekutif, diharapkan target PAD dapat tercapai secara berkelanjutan.
Selain itu, penguatan sistem pengelolaan keuangan daerah dan peningkatan transparansi serta akuntabilitas menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian, masyarakat Kota Solo dapat merasakan manfaat dari peningkatan PAD yang lebih baik.