23 April 2026
tips-hemat-7jpg-20220305014608.jpg

Peringatan Menghemat Energi di Tengah Ketegangan Geopolitik

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat untuk mulai bijak dalam menggunakan energi sehari-hari, khususnya LPG. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran yang berdampak pada pasokan energi global.

Bahlil menyatakan bahwa masalah energi saat ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama masyarakat. Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menghemat penggunaan energi agar dapat menjaga ketersediaan pasokan secara berkelanjutan.

“Kami memohon dukungan dari semua rakyat Indonesia. Masalah ini tidak hanya masalah pemerintah, masalah bersama sebenarnya,” ujarnya.

Ia memberikan contoh sederhana, seperti mematikan kompor setelah masakan matang agar tidak boros dalam penggunaan LPG. “Contoh katakanlah kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak, jangan kompornya boros,” tambahnya.

Bahlil juga menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan dirinya untuk mencari pasokan minyak dari negara-negara lain. “Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak dari hampir seluruh negara. Kemudian mengoptimalkan semua energi yang ada,” ujarnya.

Pemerintah juga berkomitmen untuk menjaga harga, cadangan, dan pasokan energi agar tidak mengganggu kebutuhan masyarakat. Meski situasi geopolitik saat ini tidak bisa diprediksi, Bahlil bersyukur bahwa pasokan BBM di Indonesia masih terpenuhi dengan baik.

“Namun, harus menyadari bahwa kondisi geopolitik ini tidak ada seorang pun yang dapat meramal, bahkan dalam berbagai analisis itu rasanya berdoa agar bisa selesai perang dengan baik, cepat,” katanya.

Kesiapan Pertamina dalam Menghadapi Kenaikan Harga Minyak

Sebelumnya, Komisaris PT Pertamina Hasan Nasbi bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya di Surakarta. Setelah pertemuan tersebut, Hasan Nasbi membuka suara tentang distribusi minyak di tengah ketegangan di Timur Tengah.

Menurut Hasan, pemerintah telah memprediksi dampak dari perang antara AS-Israel dan Iran sejak awal. “Dari pemerintah arahannya sudah mengantisipasi jauh-jauh hari sejak pertama kali perang meletus. Pemerintah sudah memprediksi dampaknya akan sejauh apa, mengenai harga, pasokan, dan Pertamina sebagai operator mengikuti arahan pemerintah,” ujarnya.

Hasan menyebutkan bahwa pemerintah sedang mencari alternatif pasokan minyak dari negara-negara lain, terutama yang tidak terpengaruh oleh perang di Selat Hormuz. “Ada sumber-sumber di tempat lain seperti dari Afrika dan Amerika.”

Meski harga minyak dunia mengalami kenaikan, pemerintah belum membuat kebijakan kenaikan harga BBM dalam negeri. “Tidak ada kenaikan harga. Kalau di pasar dunia ada kenaikan harga, di dalam negeri pemerintah sejauh ini belum ada kebijakan menaikkan harga,” jelasnya.

Pemerintah juga terus memperbarui stok BBM setiap hari. “Kalau hari ini ditanya stoknya 20 hari, kemarin ditanya stoknya masih 20 hari. Besok ditanya masih 20 hari juga, karena stoknya terus diperbarui.”

Pentingnya Kesadaran Masyarakat

Hasan menekankan bahwa pembaruan stok BBM setiap hari bisa meredam kepanikan di tengah masyarakat. “Jangan panik, sampai hari ini baik-baik saja. Insya Allah pemerintah mengusahakan yang terbaik,” ujarnya.

Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi kelangkaan minyak. “Pemerintah selalu mengarahkan kami mengantisipasi jauh-jauh hari dan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tidak perlu panic buying.”

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap masyarakat tetap tenang dan menjaga keseimbangan dalam penggunaan energi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *