22 April 2026
AA1V5fjM.jpg



Dewa News -.CO.ID – Jakarta.

Libur Lebaran atau Hari Raya Idulfitri 1447 H segera berakhir. Pemudik yang sedang berada di kampung halaman akan mulai kembali ke kota masing-masing. Sebelum memulai perjalanan kembali, penting untuk mengetahui prediksi puncak arus balik Lebaran 2026.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan peringatan kepada para pemudik yang akan kembali ke wilayah Jabodetabek agar menghindari waktu yang diprediksi menjadi puncak arus balik tahun ini.

Menurut Dudy, puncak arus balik tahun ini diperkirakan terjadi dalam tiga gelombang, yaitu pada tanggal 24, 28, dan 29 Maret 2026.

“Berdasarkan data perhitungan di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), puncak arus balik diprediksi jatuh pada Selasa, 24 Maret 2026, dengan volume lebih dari 285.000 kendaraan. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan puncak arus mudik sebelumnya,” ujar Dudy dalam keterangannya, Minggu (22/3/2026).



Jadwal Terbaik Hindari Puncak Arus Balik

Untuk menghindari kepadatan lalu lintas, pemerintah mengimbau masyarakat agar mengatur waktu perjalanan kembali dengan lebih fleksibel. Beberapa rekomendasi waktu yang bisa dimanfaatkan antara lain:

  • 23 Maret 2026 (memanfaatkan cuti bersama)
  • 25–27 Maret 2026 (memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere/WFA)

Dengan strategi ini, distribusi kendaraan diharapkan lebih merata sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman.

Tiga Gelombang Puncak Arus Balik

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho juga menyampaikan bahwa arus balik akan terjadi dalam tiga gelombang besar, yaitu:

  • 24 Maret 2026
  • 28 Maret 2026
  • 29 Maret 2026

Masyarakat diimbau untuk menghindari tanggal-tanggal tersebut guna mengurangi risiko kemacetan.

Diskon Tarif Tol 30 Persen

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan diskon tarif tol sebesar 30 persen untuk arus balik.

Diskon ini berlaku pada:

  • 26–27 Maret 2026
  • Berlaku di 9 ruas tol Jasa Marga Group
  • Untuk perjalanan jarak jauh (menerus)

Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong pemudik menghindari puncak arus balik.

Kesiapan Infrastruktur dan Layanan

Jasa Marga juga memastikan kesiapan layanan di ruas tol utama dengan berbagai langkah, seperti:

  • Optimalisasi gardu tol
  • Penyiagaan armada layanan jalan tol
  • Pengaturan lalu lintas situasional
  • Kesiapsiagaan petugas 24 jam

Pemantauan lalu lintas dilakukan secara real-time melalui JMTC, serta didukung layanan informasi seperti aplikasi Travoy, Call Center 133, dan Radio Travoy FM.

Pembatasan Operasional Truk

Selain itu, pengemudi kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga atau lebih diimbau mematuhi aturan pembatasan operasional.

Pembatasan ini berlaku pada:

  • 13–29 Maret 2026

Langkah tersebut bertujuan untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik selama periode Lebaran.

Dengan perencanaan perjalanan yang matang dan memanfaatkan kebijakan yang tersedia, masyarakat diharapkan dapat menikmati perjalanan arus balik dengan lebih aman, nyaman, dan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *