Harga emas Antam di pasar domestik pada hari ini, Sabtu (21/3/2026), tercatat stabil. Harga emas Antam dengan ukuran 1 gram dibanderol sebesar Rp2.893.000. Angka ini tidak mengalami perubahan dari harga sebelumnya, sehingga menunjukkan stabilitas dalam kondisi pasar saat ini.
Selain itu, harga buyback emas Antam juga tetap stabil. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), harga pembelian kembali emas Antam untuk ukuran 1 gram mencapai Rp2.610.000. Harga tersebut tidak berubah dari hari sebelumnya, yang menunjukkan bahwa permintaan dan penawaran di pasar masih seimbang.
Buyback emas merupakan salah satu transaksi yang sering dilakukan oleh pemilik emas batangan atau perhiasan. Dalam proses ini, pemilik emas menjual kembali barangnya kepada pihak tertentu, seperti Antam. Biasanya, harga buyback lebih rendah dibandingkan harga jual di pasaran. Namun, jika terdapat selisih besar antara harga jual dan harga buyback, transaksi ini tetap bisa memberikan keuntungan bagi pemilik emas.
Adapun, aturan pajak terkait transaksi buyback emas telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK.10/2017. Jika nilai transaksi buyback melebihi Rp10 juta, maka pemegang NPWP akan dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen, sedangkan non NPWP dikenakan 3 persen. Pajak ini dipotong langsung dari total nilai buyback.
Harga buyback emas Antam juga cenderung mengikuti pergerakan harga emas di pasar spot. Sebagai contoh, pada Jumat (20/3/2026), harga emas di pasar spot mengalami koreksi sebesar 3,1% menjadi US$4.508,96. Penurunan ini merupakan catatan koreksi kedelapan secara beruntun. Emas, yang biasanya dianggap sebagai aset lindung nilai, mengalami penurunan setiap pekan sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran bulan lalu.
Penurunan harga emas ini terjadi karena beberapa faktor, antara lain:
- Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) yang membuat investor beralih ke aset lain.
- Penguatan dolar AS yang membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
- Aksi jual emas oleh investor untuk menutup kerugian di aset lain.
- Arus keluar dari exchange-traded funds (ETF) berbasis emas.
Robert Gottlieb, mantan trader logam mulia di JPMorgan Chase & Co. yang kini menjadi komentator pasar independen, menyarankan para investor untuk tidak membeli emas saat harga sedang turun. Ia menyatakan bahwa volatilitas pasar masih tinggi dan tekanan jual kemungkinan besar akan terus berlanjut hingga volatilitas mereda dan harga menunjukkan tanda konsolidasi.