22 April 2026
AA1Z2qd7.jpg



PT PLN (Persero) turut serta dalam program “Mudik Bareng Sektor ESDM 2026” yang secara resmi diluncurkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, Selasa (17/3/2026). Program ini merupakan inisiatif rutin dari KESDM bersama seluruh BUMN sektor energi. Tahun ini, program ini diikuti oleh sebanyak 1.496 pemudik dengan 20 rute tujuan ke berbagai daerah di Indonesia.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa program ini telah menjadi tradisi sebagai bentuk kolaborasi lintas stakeholder untuk membantu pegawai dan keluarga di lingkungan sektor ESDM serta masyarakat dalam menjalani mudik Lebaran 1447 Hijriah. Ia menyampaikan bahwa mudik bareng ini merupakan bentuk kebersamaan pemerintah dengan masyarakat.

“Mudik bareng ini adalah tradisi Kementerian ESDM bersama stakeholder untuk memfasilitasi seluruh karyawan internal KESDM maupun masyarakat umum agar bisa mudik Lebaran di tahun ini. Inilah bentuk kebersamaan pemerintah dengan masyarakat,” ujar Bahlil.

Ia menambahkan bahwa tahun ini, Kementerian ESDM bersama para pemangku kepentingan menyediakan total 33 bus untuk melayani pemudik dengan berbagai tujuan, antara lain Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Palembang, hingga Medan. Dalam kesempatan tersebut, ia juga berdoa agar saudara-saudara kita yang mudik selalu dalam lindungan Allah SWT, selamat sampai di tujuan, dan bisa merayakan Hari Raya Idulfitri nanti.

“Kami keluarga besar Kementerian ESDM dan seluruh BUMN sektor energi juga mengucapkan mohon maaf lahir batin, selamat merayakan Hari Raya Idulfitri,” tambahnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa pihaknya bangga dapat mendukung arahan Menteri ESDM dalam penyelenggaraan program ini. Inisiatif tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam menghadirkan mudik yang lebih efisien, ramah lingkungan, aman, dan nyaman, sekaligus membantu mengurai kemacetan.

“Mudik Bareng Sektor ESDM 2026 ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Kami mendorong upaya bersama dalam mengurangi angka kecelakaan lalu lintas, menekan jumlah kendaraan pribadi di jalan, serta menghadirkan perjalanan yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” jelasnya dalam keterangan yang dikutip Jumat (20/3/2026).

Selain itu, PLN sebagai bagian dari keluarga KESDM juga telah menyiapkan sistem kelistrikan nasional yang andal selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026. PLN memproyeksikan beban puncak mencapai 35.017 MW, dengan daya mampu pasok sebesar 51.967 MW, sehingga terdapat cadangan daya sekitar 16.950 MW.

Asesmen dan pemeliharaan dari hulu ke hilir juga telah dilakukan jauh-jauh hari sebelum periode RAFI. Upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat menjalani Ramadhan dan merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, tenang, serta berkumpul bersama keluarga dengan penuh kehangatan.

Sebagai perusahaan yang diamanahi menjaga keandalan listrik nasional, PLN mempersiapkan seluruh infrastruktur, mulai dari pembangkit, transmisi, hingga distribusi, dalam kondisi optimal sebagai bentuk komitmen menghadirkan layanan listrik yang andal selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

“Melalui kesiapan ini, PLN ingin terus hadir untuk masyarakat, mendukung kebutuhan dari momen mudik hingga perayaan Idul Fitri sehingga masyarakat dapat berkumpul bersama keluarga dengan penuh kehangatan,” tutup Darmawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *