27 April 2026
AA1YZ7L3.jpg

Perusahaan Harus Melihat Mudik Pekerja sebagai Bentuk Kemanusiaan

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa perusahaan harus melihat mudik pekerja sebagai bagian dari cara memanusiakan para pekerja, bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, bagi banyak pekerja, mudik bukan hanya sekadar perjalanan pulang. Ada rindu yang ditunggu, ada keluarga yang ingin ditemui, dan ada ketenangan yang ingin dibawa setelah setahun bekerja.

Hal ini disampaikan oleh Menaker Yassierli saat melepas keberangkatan 1.431 pekerja dalam program mudik bersama di kantor pusat PT Panasonic Manufacturing Indonesia, Jakarta Timur, pada Kamis (19/3/2026). Sebanyak 25 armada bus disiapkan untuk mengantar para pekerja pulang ke kampung halaman menjelang Idulfitri.

Di hadapan pekerja dan manajemen perusahaan, Menaker Yassierli menyampaikan bahwa inisiatif seperti ini menunjukkan hubungan industrial yang sehat tidak hanya dibangun lewat aturan dan kewajiban formal, tetapi juga lewat kepedulian nyata terhadap kebutuhan pekerja. Ia menilai bahwa mudik pekerja adalah wujud nyata perhatian manajemen terhadap kesejahteraan mereka. Ia berharap praktik ini menjadi role model bagi perusahaan lain di Indonesia.

Sinergi yang baik antara pengusaha dan pekerja, menurutnya, adalah kunci untuk menjaga keberlanjutan usaha dan meningkatkan produktivitas. Menaker Yassierli menekankan bahwa perhatian terhadap pekerja menjelang hari raya memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar penyediaan fasilitas transportasi.

Bagi pekerja, mudik adalah momen penting untuk kembali ke keluarga dengan rasa aman dan dihargai. Sementara itu, bagi perusahaan, langkah seperti ini menjadi cara konkret merawat kepercayaan dan memperkuat hubungan dengan pekerja. Ia menilai bahwa perusahaan yang ingin tumbuh berkelanjutan tidak bisa hanya melihat pekerja sebagai bagian dari proses produksi. Di balik target dan angka-angka bisnis, ada manusia yang bekerja untuk menghidupi keluarga dan ingin merayakan hari raya dengan layak.

Kolaborasi Serikat Pekerja dan Perusahaan

Menaker Yassierli juga mengapresiasi pengurus Federasi Serikat Pekerja Panasonic GOBEL–KSARBUMUSI yang telah memfasilitasi para anggotanya. Ia menekankan bahwa kolaborasi aktif antara serikat pekerja dan perusahaan merupakan fondasi penting dalam membangun hubungan industrial yang lebih harmonis dan transformatif.

Dalam kesempatan yang sama, Menaker Yassierli juga menyampaikan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja sektor informal, khususnya pengemudi ojek online dan kurir online menjelang Idulfitri 2026. Ia mengatakan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah melakukan dialog intensif sebanyak 11 kali dengan pihak aplikator.

Dari dialog tersebut, disepakati bahwa Bonus Hari Raya (BHR) tahun ini cair sebesar dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Langkah ini, menurut Yassierli, merupakan bagian dari upaya pemerintah agar para pekerja di sektor ekonomi digital juga merasakan dukungan yang lebih layak saat hari raya.

“Ini adalah pencapaian baru dalam masa pemerintahan Presiden Prabowo. Meskipun statusnya kemitraan, kita ingin membangun semangat kekeluargaan. Yang namanya mitra harus sama-sama sukses dan sejahtera,” tegas Menaker Yassierli.

Apresiasi dari Perusahaan

Sementara itu, Komisaris Utama Panasonic Gobel Rahmat Gobel menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah terhadap dunia industri. Ia menilai perhatian pemerintah menunjukkan keberpihakan yang nyata pada keberlangsungan industri nasional sekaligus kesejahteraan pekerja.

“Tentu tak lepas dari perhatian khusus Pak Menteri yang selalu hadir dalam kegiatan kami. Ini membuktikan bahwa pemerintah betul-betul memperhatikan kegiatan industri di tanah air kita sendiri,” kata Rahmat Gobel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *