22 April 2026
AA1WuskC.jpg

Proyeksi Perputaran Uang Selama Imlek 2026 Mencapai Rp 9,06 Triliun

Perayaan dan libur Imlek tahun 2026 diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memproyeksikan potensi perputaran uang selama momen tersebut mencapai angka sebesar Rp 9,06 triliun. Angka ini dihitung berdasarkan data populasi warga keturunan Tionghoa yang tinggal di Indonesia.

Jumlah Keluarga yang Merayakan Imlek

Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, menjelaskan bahwa jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia mencapai 11,25 juta orang. Dengan asumsi satu keluarga terdiri dari empat orang, maka terdapat sekitar 2,81 juta keluarga yang merayakan Imlek. Tradisi Imlek biasanya melibatkan makan malam bersama dan berbagi angpao. Jika setiap keluarga menghabiskan rata-rata Rp 1 juta, maka total perputaran uang diperkirakan mencapai Rp 2,812.5 triliun.

Perputaran Uang dari Wisata dan Ziarah

Selain itu, Sarman juga menyebutkan bahwa perputaran uang dari perjalanan wisata dan ziarah diperkirakan mencapai Rp 1,68 triliun. Belum lagi transaksi tiket pesawat yang diperkirakan mencapai Rp 1,74 triliun dari proyeksi 1,74 juta penumpang. Sementara untuk tiket kereta api reguler dan Whoosh, totalnya mencapai Rp 156,25 miliar.

Target Transaksi Ritel

Di sektor ritel, berdasarkan data Hippindo, target transaksi ritel sejak Imlek hingga Idul Fitri dipatok pada angka Rp 53,38 triliun. Sarman memperkirakan sekitar 5% dari target tersebut, atau setara dengan Rp 2,66 triliun, akan berputar khusus selama masa libur Imlek.

Total Perputaran Uang

Dengan demikian, potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp 9,067.48 triliun. Namun, angka ini belum termasuk biaya tol yang dikeluarkan, belanja BBM kendaraan pribadi, serta pengeluaran untuk perjalanan naik kapal laut dan penyeberangan.

Dampak terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Menurut Sarman, aliran uang yang deras selama Imlek 2026 akan meningkatkan konsumsi rumah tangga sebagai kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Kadin Indonesia optimistis bahwa target pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 di kisaran 5,5% dapat tercapai.

“Tentu akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026 yang ditargetkan dikisaran 5,5%, target ini optimis bisa tercapai karena selesai perayaan dan libur Imlek akan berlanjut ke bulan Ramadan dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah,” kata Sarman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *