23 April 2026
AA1Wkkg5.jpg

Pertumbuhan Transaksi Emas Digital di ICDX Mencapai Rp 31,21 Triliun pada Januari 2026

Nilai transaksi emas digital melalui bursa berjangka di Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) mencapai Rp 31,21 triliun pada Januari 2026. Angka ini meningkat signifikan sebesar 503 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, yang hanya mencapai Rp 5,18 triliun. Hal ini disampaikan oleh Direktur ICDX, Nursalam, dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Jumat, 13 Februari 2026.

Menurut Nursalam, lonjakan nilai transaksi ini menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap pembelian emas fisik secara digital melalui bursa berjangka, khususnya di ICDX. Selain itu, pertumbuhan volume transaksi juga mengalami peningkatan yang signifikan. Pada Januari 2026, volume transaksi emas mencapai 11.913.908,09 gram, meningkat 229 persen dibandingkan Januari 2025 yang hanya sebesar 3.621.606,84 gram.

Secara keseluruhan, selama tahun 2025, volume perdagangan pasar fisik emas secara digital di ICDX tercatat sebesar 58.654.322 gram. Jumlah ini tumbuh sebesar 25,2 persen dibandingkan dengan volume perdagangan pada tahun 2024 yang mencapai 46.849.357 gram. Di sisi lain, nilai transaksi emas digital pada 2025 mencapai Rp 115,6 triliun, meningkat 101,04 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 57,5 triliun.

Tiga Faktor yang Mendorong Pertumbuhan Transaksi Emas Digital

Nursalam mengidentifikasi tiga faktor utama yang mendorong pertumbuhan transaksi emas fisik secara digital di Indonesia:

  • Kepraktisan dan kemudahan akses: Layanan emas digital memungkinkan masyarakat tidak perlu lagi datang ke gerai fisik untuk membeli emas. Cukup melalui aplikasi di smartphone, transaksi dapat dilakukan dengan mudah.
  • Dampak positif dari digitalisasi: Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam sektor investasi. Proses investasi menjadi lebih efisien, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
  • Peningkatan partisipasi generasi muda: Generasi Z yang sudah memiliki penghasilan sendiri mulai menjadikan emas digital sebagai instrumen investasi fleksibel. Mereka dapat menyesuaikan nominal pembelian sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing.

Selain itu, emas digital juga menjadi alternatif diversifikasi portofolio investasi masyarakat, terutama di tengah dinamika ekonomi global. Dengan pertumbuhan yang signifikan, ICDX menargetkan pertumbuhan volume transaksi sekitar 30 persen pada 2026.

Keamanan dan Pengawasan dalam Perdagangan Emas Digital

Nursalam menjamin bahwa mekanisme perdagangan emas fisik secara digital di Indonesia dilakukan secara aman dan terstruktur. Perdagangan ini diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), serta didukung oleh lembaga kliring sebagai penjamin dan penyelesaian transaksi, serta lembaga deposito yang menyimpan emas fisik yang diperdagangkan secara digital.

Ekosistem pasar fisik emas digital telah lengkap dan diatur dalam regulasi Bappebti yang ketat. Perdagangan emas digital juga telah diatur dalam Peraturan Bappebti Nomor 3 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pelaksanaan Perdagangan Pasar Fisik Emas Secara Digital di Bursa Berjangka.

Mekanisme Penyimpanan Emas Fisik

Dalam mekanisme perdagangannya, pedagang fisik emas digital harus terlebih dahulu menyimpan emas fisik yang akan diperdagangkan di lembaga penyimpanan yang disebut depository. Emas fisik yang disimpan di depository setara atau 1:1 dengan jumlah emas digital yang ditransaksikan. Emas yang disimpan maksimal sebesar 20 persen, dapat berupa uang atau setara kas yang ditempatkan pada lembaga kliring.

Mekanisme ini diwajibkan untuk memastikan keberadaan emas fisik bagi nasabah perdagangan emas digital yang akan mengambil atau mencetaknya. Dengan adanya pengawasan, sistem penjaminan, dan penyimpanan emas fisik yang jelas, Nursalam memastikan mekanisme perdagangan emas fisik secara digital di Indonesia dirancang untuk memberikan keamanan dan memitigasi risiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *