23 April 2026
AA1REWbb.jpg

Pergerakan IHSG Pada Awal Perdagangan Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan hari ini, Jumat (13/2/2026), dibuka mengalami penurunan. Berdasarkan pantauan pada pukul 09.59 WIB, IHSG terkoreksi sebesar 0,57% ke level 8.218,35. Hal ini menunjukkan bahwa pasar sedang dalam kondisi yang agak lesu.

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menjelaskan bahwa IHSG pada perdagangan kemarin, Kamis (12/2/2026), ditutup melemah sebesar 0,31% ke level 8.265,3. Penurunan ini disebabkan oleh aksi ambil untung menjelang libur panjang setelah IHSG mencatat reli selama tiga hari berturut-turut. Selain itu, ketidakpastian baik di tingkat global maupun domestik juga turut memengaruhi pergerakan pasar.

Reza menyampaikan bahwa saat ini IHSG diperkirakan akan bergerak terbatas dalam rentang 8.150 hingga 8.300. Ia juga menyoroti adanya risiko profit taking yang cukup tinggi menjelang libur panjang. Investor masih cenderung bersikap wait and see, menantikan respons pemerintah terkait penurunan outlook rating oleh Moody’s serta perkembangan isu MSCI.

Di sisi lain, perhatian pasar juga akan tertuju pada rilis inflasi AS Januari 2026. Data ini diperkirakan akan melambat ke angka 2,5% secara year on year (yoy). Rilis data ini berpotensi memengaruhi ekspektasi arah kebijakan The Fed, terutama setelah rilis Non-Farm Payrolls (NFP) AS yang lebih baik dari perkiraan.

Prediksi dan Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas

Fanny Suherman, Head of Retail Research dari BNI Sekuritas, memperkirakan bahwa IHSG hari ini akan terus mengalami koreksi. Dalam prediksi tersebut, support IHSG berada di rentang 8.130–8.200, sedangkan resistance berada di rentang 8.330–8.430.

Fanny juga memberikan rekomendasi beberapa saham untuk hari ini, antara lain:

  • UNTR Buy on Weakness dengan area beli di 28.000–28.450, cutloss di bawah 27.900. Target dekat di 29.100–29.600.
  • ASII Spec Buy dengan area beli di 6.700–6.775, cutloss di bawah 6.700. Target dekat di 6.825–6.875.
  • PGAS Buy on Weakness dengan area beli di 2.190–2.200, cutloss di bawah 2.170. Target dekat di 2.260–2.300.
  • UNVR Spec Buy dengan area beli di 2.260–2.300, cutloss di bawah 2.240. Target dekat di 2.330–2.370.
  • KIJA Buy on Weakness dengan area beli di 216–222, cutloss di bawah 214. Target dekat di 230–240.
  • MYOR Spec Buy dengan area beli di 2.290–2.310, cutloss di bawah 2.280. Target dekat di 2.330–2.360.

Dengan situasi pasar yang masih fluktuatif, investor perlu tetap waspada dan memperhatikan strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *