Kepemimpinan Bupati Joune Ganda di Minahasa Utara Menarik Investasi Global
Kepemimpinan Bupati Joune Ganda di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali mencatatkan berbagai capaian penting. Selain tata kelola pemerintahan yang mendapat pengakuan nasional, ia juga berhasil menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi para investor. Hal ini menunjukkan bahwa Minut semakin dikenal sebagai wilayah yang memiliki potensi ekonomi besar dan strategis.
Di sektor pariwisata, Bupati dua periode ini mampu mengelola potensi alam Minut sehingga menarik perhatian jaringan bisnis resort kelas dunia, Club Med. Perusahaan asal Prancis itu memastikan akan membangun resort berstandar internasional di Kecamatan Kema, menjadikannya lokasi ketiga di Indonesia setelah Nusa Dua, Bali (1986) dan Bintan (1997).
Pertemuan Investor dan Pemerintah Daerah
Manajemen PT Cakra Guna Darma Eka dan PT Cakra Kema Development, selaku pengembang Club Med, baru-baru ini bertemu dengan Bupati Joune Ganda di Villa Telaga Rae. Pertemuan tersebut membahas investasi pariwisata dan properti di Desa Waleo dan Desa Makalisung, Kecamatan Kema.
Tahap pertama pembangunan direncanakan dimulai pada 2026 dengan luas lahan sekitar 50 hektare. Sebelumnya, Chairman & CEO Club Med Henri Giscard d’Estaing juga sempat bertemu dengan Bupati Joune Ganda di Bandara Sam Ratulangi dua tahun lalu. Kesepakatan ini kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Presiden Direktur Paradise Indonesia Anthony Susilo Prabowo dan CEO ESAP Markets Club Med Rachael Harding di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Joune Ganda menegaskan, pihak Club Med menunjukkan antusiasme tinggi untuk berinvestasi di Minut dengan nilai mencapai triliunan rupiah. Ia memastikan pemerintah daerah akan memberikan pelayanan administrasi prima, keamanan, serta kelancaran proses pembangunan.
“Mulai tahun ini, proses pembangunan Club Med di Minut sudah dimulai,” ujar Joune Ganda, yang juga Sekjen Apkasi.
Menurutnya, investasi besar ini akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan masyarakat sekitar. Lokasi pembangunan juga telah sesuai dengan RTRW yang menetapkan kawasan tersebut sebagai zona pariwisata.
“Pembangunan ini akan menjadi salah satu mega proyek pariwisata terbesar di kawasan timur Indonesia, bahkan di Sulawesi Utara,” tandasnya.
Partisipasi Anggota Legislatif dan Pejabat Daerah
Dalam pertemuan dengan para investor, Bupati Joune Ganda turut didampingi legislator Sulut Jein Laluyan serta Kadis PUPR Minut Alfons Tintingon. ***