22 April 2026
AA1VHAtl.jpg

Kasus Langka: Pasien Tersedak Paku 5 Sentimeter di Paru-paru

RSUD Arifin Achmad kembali menunjukkan keberhasilannya dalam menangani kasus medis yang sangat langka. Dalam kasus ini, seorang pasien tersedak paku sepanjang 5 sentimeter yang masuk hingga ke paru-paru tanpa harus menjalani operasi. Hal ini menunjukkan kemampuan dan keahlian tim medis rumah sakit tersebut dalam menghadapi situasi yang tidak biasa.

Kejadian yang Jarang Terjadi

Dokter Spesialis Paru RSUD Arifin Achmad, dr Nori Purnama SpP, menyebutkan bahwa kasus seperti ini sangat jarang terjadi dalam dunia medis. Biasanya, tim dokter lebih sering menangani pasien yang tersedak benda-benda kecil seperti jarum pentul, kacang-kacangan, atau kancing baju. Namun, kasus tersedak paku yang dialami oleh seorang pasien berusia 52 tahun ini justru menjadi pengalaman yang unik dan memerlukan penanganan khusus.

Pasien tersebut merupakan rujukan dari RSUD Puri Husada Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. Kejadian tersedak paku terjadi pada 26 Januari lalu. Saat dirujuk ke RSUD Arifin Achmad, pasien mengeluhkan sesak dada dan rasa mengganjal di saluran pernapasan. Tim medis melakukan pemeriksaan foto toraks untuk mengetahui kondisi pasien. Hasilnya menunjukkan adanya paku di saluran pernapasan, tepatnya di paru-paru.

Penyebab dan Proses Penanganan

Menurut keterangan pasien, kejadian ini bermula saat ia sedang memperbaiki kamar anak dan meletakkan paku di mulut. Saat terpeleset, paku tersebut tersedak dan masuk ke saluran pernapasan. Setelah mengetahui posisi paku, tim dokter paru bersama tim anestesi melakukan tindakan bronkoskopi tanpa pembedahan. Pasien menjalani pembiusan total karena kondisi yang cukup berat saat tindakan dilakukan.

“Alhamdulillah tindakan berjalan lancar dan paku berhasil dikeluarkan tanpa operasi,” ujar dr Nori.

Kondisi Pasien dan Perawatan

Saat ini, kondisi pasien sudah stabil dan tidak lagi mengalami sesak napas. Tim medis fokus pada pemulihan dengan pemberian antibiotik dan obat anti radang. Pasien diperkirakan dapat pulang dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Fasilitas dan Keahlian Tim Medis

dr Nori juga menyampaikan bahwa fasilitas dan peralatan penanganan penyakit paru di RSUD Arifin Achmad sudah sangat lengkap. Rumah sakit ini didukung oleh 10 dokter spesialis paru yang aktif di berbagai divisi. Hal ini memberikan kepercayaan bagi masyarakat bahwa kasus-kasus kompleks bisa ditangani dengan baik.

Pesan untuk Masyarakat

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membiasakan meletakkan benda asing di mulut, baik jarum pentul maupun paku, karena berisiko tersedak dan membahayakan keselamatan. Kehati-hatian dan kesadaran akan bahaya benda asing yang diletakkan di mulut sangat penting untuk mencegah kejadian serupa.

Kesimpulan

Direktur RSUD Arifin Achmad, drg Yusi Prastiningsih, menilai keberhasilan ini menjadi bukti kesiapan rumah sakit dalam menangani kasus kompleks dengan teknologi medis yang dimiliki. “Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati. Namun dari sisi layanan, ini menjadi pencapaian penting karena kasus seperti ini bisa ditangani tanpa operasi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *